Koperasi Merah Putih Buka Jalan Baru Produk UMKM Lokal sampai ke Rakitan Desa

Deni Puja Pranata
3 Min Read
- Advertisement -

jfid – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP menjadi saluran utama pemasaran produk UMKM lokal di tingkat desa. Langkah ini bukan sekadar usulan, melainkan bagian dari strategi pemerintah menggerakkan ekonomi dari bawah sekaligus memperkuat posisi pelaku usaha kecil di daerah. Arahan ini disampaikan saat Malang Creative Connect Conference di Kartini Imperial Building, Kota Malang, Sabtu 22 Agustus 2026.

Ferry menekankan pentingnya memprioritaskan barang produksi warga dalam jaringan ritel koperasi. Produk seperti kecap, sambal, saos, sampo, dan sabun buatan sendiri bisa mulai masuk ke rak-rak KDKMP jika pelaku UMKM siap menyeimbangkan kuantitas dan kualitas produksi. Presiden Prabowo Subianto sendiri telah menargetkan penciptaan 10 juta wirausaha baru, dan Koperasi Merah Putih menjadi salah satu instrumen utama untuk mencapainya.

Kebijakan ini juga menjadi jawaban atas praktik rentenir dan pinjaman online yang selama ini menjerat pelaku usaha mikro. Dengan adanya KDKMP, produk-produk lokal bisa didistribusikan secara kolektif dan dengan harga yang wajar, tanpa perlu melalui perantara yang memotong margin berlebihan. Pelaku UMKM juga bisa mengakses pembiayaan melalui koperasi dengan suku bunga lebih rendah dibandingkan pinjaman konvensional.

Data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Simkopdes per Sabtu 22 Agustus 2026 mencatat perputaran transaksi di Koperasi Merah Putih menembus Rp 205 miliar dari total 75.713 kali transaksi. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP menjadi komoditas terlaris, disusul minyak goreng. Jika digabungkan, dua komoditas tersebut menyumbang lebih dari separuh total transaksi Koperasi Merah Putih secara keseluruhan.

Namun yang menjadi sorotan adalah sektor pertanian yang menunjukkan serapan masif melalui koperasi. Penjualan pupuk menjadi salah satu penyumbang nilai transaksi terbesar, dengan Pupuk NPK Phonska mencatat volume penjualan tertinggi. Adapun Urea N 46 persen mencatat nilai transaksi besar dalam periode yang sama. Tingginya penyerapan pupuk menjadi sinyal positif berjalannya rantai pasok untuk mendukung produktivitas petani lokal.

KDKMP juga diproyeksikan menjadi penyalur resmi barang-barang bersubsidi seperti minyak goreng langsung dari Bulog ke koperasi dan pupuk dari PT Pupuk Indonesia ke kelompok tani secara langsung. Skema distribusi langsung ini bertujuan memangkas rantai pasok yang panjang dan meminimalisasi risiko penimbunan. Harga jual barang subsidi sudah ditetapkan dengan harga eceran tertinggi sehingga warga mendapatkan perlindungan dari kenaikan harga yang tidak beralasan.

Untuk memasuki jaringan Koperasi Merah Putih, pelaku UMKM bisa memulai dengan mendaftarkan produk mereka ke koperasi desa atau kelurahan terdekat. Manajemen koperasi akan melakukan verifikasi produk dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar setempat. Jika produk lolos verifikasi, koperasi akan membantu promosi dan distribusi ke seluruh wilayah kerja. Banyak UMKM yang sudah merasakan manfaat, terutama di bidang kuliner, kerajinan tangan, dan hasil bumi.

- Advertisement -
Share This Article