Najwa Shihab dan Kebodohan

Deni Puja Pranata
5 Min Read

jfID – Apa yang anda bayangkan pada wanita ini? Sejauh mana kebodohannya? Melihat Najwa Shihab, mengingatkan pada peristiwa Desember 2019 silam. Seorang jurnalis perempuan asal China melakukan kesalahan fatal menulis berita.

Xing Chengbo melakukan tugas peliputan kejuaraan Sepak Bola E-1 EAFF yang dipublikasikan pada 9 Desember 2019.

Jurnalis BD New tersebut, melakukan kesalahan fatal terkait penamaan 15 dari 23 nama timnas China. Padahal, nama di dunia persepakbolaan dianggap sangat sakral.

Xing Chengbo pun mendapatkan hujatan dari Netizen. Warga Net marah dan menghujat  pembuat berita. Xing meminta maaf pada publik dengan menampilkan pose dan wajahnya.

Akhirnya, kemarahan Netizen reda. Ketika  diketahui, si pembuat berita seorang Jurnalis dengan paras cantik dan seksi.

Xing Chengbo memiliki kesamaan dengan Najwa Shihab, yaitu: sama-sama cantik. Tapi tidak soal kecerdasan, Najwa tentu jauh lebih cerdas dari Xing Chengbo.

Hingga detik ini, saya tidak mampu menilai sejauh mana kebodohan Najwa Shihab. Presenter ratu kecantikan itu (Najwa Shihab, red) memiliki kemampuan komunikasi yang membuat narasumbernya gemetar.

Beberapa hari terakhir, publik digegerkan dengan kritik Najwa Shihab pada DPR-RI. Soal kerja DPR-RI yang tidak fokus pada Covid-19. Najwa pun mendapatkan respon dari berbagai legislator.

Dalam siaran Narasi TV “Kepada Tuan dan Puan DPR-RI yang Terhormat” Najwa melempar kritik-kritik tajamnya pada DPR-RI. Tentu hal tersebut, sebuah kewajaran, karena menjadi Jurnalis, ia melakukan fungsinya sebagai control sosial.

“Kepada Tuan dan Puan para anggota DPR yang terhormat. Apakabar hari ini? Sepertinya tak sebaik biasanya. Sama, disini pun begitu. Kita semua memang sedang di uji. Hidup memang tak selalu baik kan! Seperti kami-kami ini Tuan dan Puan juga mungkin banyak bekerja di rumah. Kalau lihat siaran sidang atau rapat terbuka di Gedung DPR, kelihatannya kosong ya? Eee tapi biasanya memang kosong kan ya,” ungkap Najwa Shihab dalam prolog siaran di Narasi TV, tayang (6/5/2020).

Najwa, kerap kali melempar kata-kata satire di tengah Pandemi Covid-19. DPR-RI disorot tajam, dirinya menyebut DPR melakukan pembahasan lain diluar Corona seperti RUU Cipta Kerja, RUU yang klaster pembahasannya ditunda Presiden.

Najwa menuding DPR nekat untuk membahas RUU KUHP yang tahun lalu di serbu unjuk rasa. Lalu RUU Pemasyarakatan, ada koruptor yang ngebet ingin bebas kah? Sindir Najwa.

Najwa dengan gaya satirenya mengatakan, jika orang yang saling jatuh cinta terpaksa menunda pernikahannya karena Corona. Ini DPR kok keburu-buru banget kayak ngejar setoran.

Najwa secara terang-terangan mengungkapkan tudingan Satgas Covid-19 DPR Impor Jamu Ilegal dari Tiongkok secara besar-besaran untuk pasien Corona. Namun, Satgas Covid-19 DPR membantah, jika jamu tersebut diproduksi di Jakarta dan itu sumbangan dari wakil DPR.

Dengan kritik-kritik Najwa, muncul berbagai spekulasi tudingan, seperti yang dilontarkan Arteria Dahlan (Politisi PDIP) jika Najwa Shihab tidak meminta maaf, maka dirinya akan membongkar Aibnya. Apakah itu bukan ancaman? Lalu bagaimana sikap Dewan Pers dalam upaya memberikan perlindungan hukum? Bukankah menghalang-halangi tugas jurnalis melanggar Hukum?

Para legislator dan politisi, mungkin menempatkan Najwa Shihab sebagai YouTuber bukan sebagai seorang jurnalis.

Upaya pembunuhan karakter pada Najwa pun berdatangan. Opini dilempar ke publik jika Najwa Shihab diduga terlibat proyek kartu pra kerja. Dilain hal, saya menduga, para Buzzer murahan disewa untuk menghujat Najwa Shihab agar bungkam.

Hal itu terjadi disalah satu media sosial, seperti digroup Facebook seword fans club pendukung setia Jokowi.

Sebuah artikel tayang di seword.com dengan judul “Ekspresi Najwa Tersihir Prank Anis Si Gubenur Prank, Janji Bantu Tapi Boong,” artikel yang sangat menyudutkan Najwa.

Dalam komentar paling bawah, netizen memposting sebuah gambar Najwa Shihab dan bertuliskan “Gagal Menjadi Menteri Memang Menyakitkan”

#Bela Najwa Shihab dari Hujan Fitnah

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article