Pemulasaran Jenazah, Bupati Bangkalan: Keluarga Boleh Ikut Mensucikan Gunakan APD

Rasyiqi
By Rasyiqi
2 Min Read

jfID – Proses Pemulasaran jenazah positif Covid-19 terus mendapat komentar oleh masyarakat kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Masyarakat menilai, proses Pemulasaran jenazah diragukan kesuciannya, sehingga Pemkab Bangkalan menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi keagamaan dan tokoh ulamak Bangkalan untuk menjawab penilaian masyarakat tersebut, di Pendopo Agung Bangkalan.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron usai menggelar rapat koordinasi membahas tata laksana Pemulasaraan jenazah covid-19 mengatakan. Hasil rakor, keluarga bisa menyaksikan proses pemulasaraan jenazah, tentunya dengan memakai APD lengkap dan sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Menurut dia, dalam proses pemulasaran keluarga pasien tidak hanya ikut menyaksikan, tetapi juga bisa ikut mensucikan jika keluarga yang ikut itu memiliki pengalaman dalam proses pensucian jenazah, baik dengan cara dimandikan atau tayamum.

“Ini kita lakukan agar keluarga yang ikut itu bisa menjelaskan kepada keluarga lainnya bahwa proses pemulasaraan jenazah itu sudah sesuai dengan aturan dan syariat agama,” katanya usai melakukan rakor, pada Kamis (11/6/2020).

Tidak hanya itu Ra Latif berharap, dengan kebijakan ini kata dia, tidak ada lagi kecurigaan atau pertanyaan lain kepada rumah sakit.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi keraguan atau bahkan penolakan dari masyarakat dalam pemulasaraan jenazah yang dilakukan oleh pihak rumah sakit,” pungkasnya.

Laporan: Imam Faiq

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article