Industri Chip Global Bakal Bangkit Lagi di 2024, Gara-gara AI dan Otomotif!

Noer Huda
2 Min Read
 Industri Chip Global Bakal Bangkit Lagi di 2024, Gara-gara AI dan Otomotif!
 Industri Chip Global Bakal Bangkit Lagi di 2024, Gara-gara AI dan Otomotif!

jfid – Industri chip semikonduktor global mengalami penurunan pada tahun 2023 akibat lemahnya permintaan pasar dan koreksi inventaris.

Namun, hal itu tidak menghentikan inovasi dan investasi di sektor ini, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI) dan otomotif, yang diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan baru pada tahun 2024.

Menurut data terbaru dari Asosiasi Industri Semikonduktor (SIA), penjualan chip global pada bulan Oktober 2023 mencapai US$46,6 miliar, naik 3,9% dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi turun 0,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, perkiraan industri dari Statistik Perdagangan Semikonduktor Dunia (WSTS) memproyeksikan penjualan global tahunan akan menyusut 9,4% pada tahun 2023, tetapi melonjak 13,1% pada tahun 2024.

Salah satu faktor yang mendorong pemulihan industri adalah meningkatnya permintaan akan chip AI, baik di pusat data maupun di perangkat pribadi. Chip AI membutuhkan daya komputasi, pemrosesan data, dan analisis data yang tinggi, yang mengharuskan penggunaan teknologi semikonduktor dan pengemasan yang canggih.

Beberapa perusahaan chip besar, seperti Intel, NVIDIA, TSMC, Samsung, dan lainnya, telah berinvestasi dan berinovasi di bidang ini, dan melaporkan pertumbuhan pendapatan yang lebih baik pada kuartal terakhir tahun 2023.

Faktor lain yang mendukung industri chip adalah pertumbuhan pasar otomotif, yang semakin mengadopsi teknologi kecerdasan dan elektrifikasi.

Hal ini meningkatkan permintaan akan chip semikonduktor untuk sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS) dan infotainment, yang diharapkan menjadi segmen pasar terbesar pada tahun 2027.

Selain itu, permintaan akan chip memori, terutama untuk aplikasi HPC dan ponsel pintar, juga akan meningkat seiring dengan pemulihan harga dan peningkatan kapasitas produksi.

Dengan demikian, industri chip semikonduktor global memiliki prospek yang cerah pada tahun 2024, dengan perkiraan penjualan mencapai US$588,4 miliar, menurut WSTS.

Hal ini akan membawa manfaat bagi rantai pasokan semikonduktor di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang memiliki potensi untuk menjadi produsen dan eksportir chip yang kompetitif.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article