Misteri Tewasnya Pemilik Salon di Bangkalan, Polisi: Korban Dibunuh

Rasyiqi
By Rasyiqi
2 Min Read

JfID– Polisi Resort (Polres) Bangkalan berhasil mengungkap misteri kematian Asmat (35) Warga Desa Patengteng, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Asmat ditemukan meregang nyawa pada Kamis (3/9) kemarin dalam kamar mandi sebuah salon potong rambut miliknya sendiri di kawasan Desa Langpanggang, Kecamatan Modung dengan kondisi leher tergantung ke selang air.

Usut demi usut, ternyata korban meninggal bukan karena bunuh diri, namun adalah korban pembunuhan. Pelaku pembunuhan adalah SN (18) dan MA (16).

Kini SN telah meringkuk dibalik jeruji besi Mapolres Bangkalan, sementara MA masih dalam pengejaran polisi alias (DPO).

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menyampaikan, pihaknya awalnya merasa janggal dengan kematian korban. Kemudian petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasilnya, ditemukan luka pada kepala bagian korban bekas dipukul benda tumpul.

“Berdasarkan olah TKP juga kondisi salon berantakan dan hand-pon maupun roda dua milik korban tidak ada ditempat,” tuturnya.

Usai melakukan olah TKP, Polisi membuat tim untuk melakukan serangkaian penyelidikan. Al hasil, pelaku berhasil ditangkap pada pukul 21.30 WIB saat mengendari motor bersama temannya (DPO).

Saat ditangkap, Sambung dia, petugas melakukan penggeledahan dan menemukan HP korban ada pada pelaku.

“Pada saat pelaku mengendari motor bersama temannya lalu dihentikan oleh petugas, digeledah dan ditemukan Hp korban berada pada pelaku. Tapi pejokinya melarikan diri,” ujarnya.

Usai menemukan HP korban, Polisi melanjutkan penggeledahan di kediaman pelaku. Maka ditemukan motor korban.

Pelaku kata Rama mengakui perbuatan jahatanya sehingga menyebabkan pemilik salon itu tewas. Berdasarkan keterangan pelaku, korban tewas dengan cara dipukul 3 kali menggunakan kayu.

“Kemudian korban diikat tangan dan kakinya dan diseret ke kamar mandi, disaat di kamar mandi kembali dipukul sampai pinsang, kemudian tersangka menjerat leher korban menggunakan selang air dan diikat di atap kamar mandi,” tendasnya.

Laporan: Syahril

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article