Kyai Ali Fikri, Menembus Peradaban Sumenep dan Jejak KH. A. Warist Ilyas

Rasyiqi
By Rasyiqi
3 Min Read

jfID – Sabtu 22 Februari 2014, Sumenep goyah. KH. A. Warist Ilyas meninggal dunia. Kyai kharismatik pengasuh pondok pesantren Annuqayyah tersebut, kini dirindukan. Jejak rekamnya sebagai ulama organisatoris, kini turun pada putranya.

Kyai muda di Pondok Pesantren Annuqayyah, yang kerap disapa kyai Pe’ adalah putra KH. Warist Ilyas. Rekam jejak Kyai Ali Fikri (Kyai Pe’) bisa dikata seperti sang Kyai Warist, yang dikenal disayang oleh para Ulama Sepuh (baca: Kisah ketaatan Kyai Warist Ilyas pada Mbah Maimun Zubeir).

Ketaatan Kyai Ali Fikri pada ulama sepuh, tampak terlihat seperti halnya Kyai Warist Ilyas. KH. Abd. Muqsith Idris, kyai sepuh di pondok pesantren Annuqayyah Guluk-guluk, mendorong dan merestui Kyai Ali Fikri menembus peradaban untuk maju di Pilkada Sumenep (lihat: banner yang terpampang di sepanjang jalan Ganding menuju Guluk-guluk).

Dari berbagai informasi yang dihimpun Penulis. Para Kyai-kyai sepuh Sumenep, menginginkan Kyai Ali Fikri maju di Pilkada Sumenep. Sebuah diskursus ketaatan dan kealiman seorang kyai muda (Ali Fikri) jika dirinya dipercaya dan diberi amanah oleh para Ulama Sepuh Sumenep.

Kyai Ali Fikri juga dikenal sebagai seorang Kyai Kharismatik yang tidak canggung untuk bermasyarakat. Kyai muda pengasuh pondok pesantren Annuqayyah Lubangsa raya (Kyai Ali Fikri A Warist) dalam ceramah-ceramahnya memiliki konsep dan gagasan kemandirian ekonomi bagi Santri.

Sebagaimana, kyai Ali Fikri A Warist, berceramah soal usaha alumni Santri yang menciptakan kedai kopi kancakona. Dirinya bicara tentang berdirinya Kedai KancaKona Kopi yang digagas dengan usaha bersama para alumni Annuqayah yang dikemas secara modern dengan layanan dan kualitas yang baik, sehingga harga kopi yang ditawarkan setara dengan kota-kota besar atau lebih tinggi di banding dengan tempat ngopi pada umumnya di Sumenep.

Sebuah gagasan visioner yang dibangunnya tentang kemandirian ekonomi bagi alumni santri. Kyai Ali Fikri, menciptakan sebuah jalan kemandirian ekonomi bagi Ikatan Alumni Annuqayyah (IAA). Dengan sebuah nama organisasi Akasab (Asosiasi Kewirausahaan Alumni Santri Annuqayah).

Para pemodal yang tidak lain adalah para alumni Santri Annuqayyah, membuat usaha rental mobil dan itu telah berjalan di Ikatan Alumni Annuqayyah Kecamatan Batu Putih.

Ditengah pandemi Corana, Kyai Ali Fikri juga ikut andil dalam meringankan beban Pemerintah Kabupaten Sumenep. RSUD. H. Moh Anwar, dibantu oleh Kyai muda Annuqayyah dengan memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD).

Sebagaimana seorang santri berkata: Saya rindu Kyai Warist dan kerinduan itu ada di diri ke Pe’ (Kyai Ali Fikri A Warist).

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article