jfid – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi saluran utama pemasaran produk UMKM lokal di tingkat desa. Arahan ini disampaikan saat Malang Creative Connect Conference di Kartini Imperial Building, Kota Malang, Sabtu 22 Agustus 2026, dan langsung menandai perubahan paradigma distribusi barang di Indonesia. Untuk pertama kalinya, jaringan koperasi desa secara tegas diperintah memprioritaskan produk buatan warga sebelum mempertimbangkan barang dari luar.
Ferry menjelaskan bahwa barang yang dijual di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus didominasi produk UMKM lokal seperti kecap, sambal, saos, sampo, dan sabun buatan sendiri. Kebijakan ini bertujuan memotong rantai pasok panjang yang selama ini menekan margin pelaku usaha kecil. Ketika produk warga bisa langsung masuk ke rak-rak koperasi di desa masing-masing, perantara atau tengkulak yang biasanya memotong harga sebanyak dua kali atau tiga kali menjadi tidak lagi diperlukan.
Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penciptaan 10 juta wirausaha baru dalam beberapa tahun ke depan. KDKMP dirancang untuk menyerap hasil produksi masyarakat dari berbagai sektor mulai pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, hingga kerajinan tangan. Optimalisasi penyerapan melalui koperasi juga diyakini dapat mempersempit ruang gerak tengkulak dan membantu warga terhindar dari beban finansial yang tidak sehat seperti pinjaman online dan rentenir.
Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Simkopdes mencatat perputaran transaksi di Koperasi Merah Putih menembus Rp 205 miliar dari total 75.713 kali transaksi per Sabtu 22 Agustus 2026. Angka ini menegaskan bahwa koperasi bukan lagi lembaga yang hanya eksis di atas kertas, melainkan benar-benar menjadi urat nadi ekonomi warga desa mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok harian hingga sarana produksi pertanian.
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP menjadi komoditas terlaris di jaringan koperasi, disusul minyak goreng. Jika digabungkan, dua komoditas tersebut menyumbang lebih dari separuh total transaksi Koperasi Merah Putih secara keseluruhan. Namun yang lebih penting adalah sektor pertanian menunjukkan pertumbuhan serapan yang signifikan. Penjualan pupuk menjadi salah satu penyumbang nilai transaksi terbesar dengan Pupuk NPK Phonska mencatat volume penjualan tertinggi dan Urea N 46 persen mencatat nilai transaksi besar.
KDKMP juga ditunjuk sebagai penyalur resmi barang-barang bersubsidi dengan skema distribusi langsung. Minyak goreng dari Bulog bisa langsung masuk ke koperasi tanpa melewati distributor tengahan, dan pupuk dari PT Pupuk Indonesia bisa langsung dibeli oleh kelompok tani secara langsung. Skema ini bertujuan memangkas rantai pasok yang panjang dan meminimalisasi risiko penimbunan. Harga jual barang subsidi ditetapkan dengan harga eceran tertinggi sehingga konsumen mendapatkan perlindungan dari kenaikan harga yang tidak beralasan.
Di Malang, Feri membuka Malang Creative Connect Conference untuk mempertemukan kreativitas lokal dengan pasar lewat koperasi. Acara ini menghadirkan puluhan pelaku UMKM dari Jawa Timur yang menampilkan produk unggulan mulai dari batik, makanan ringan, hingga kerajinan tangan. Format yang ditawarkan bukan hanya pameran, tetapi juga inkubasi usaha yang mencakup manajemen usaha, konsultasi bisnis, fasilitasi pembiayaan, hingga promosi produk.
Untuk bisa masuk ke jaringan Koperasi Merah Putih, pelaku UMKM bisa memulai dengan mendaftarkan produk mereka ke koperasi desa atau kelurahan terdekat. Manajemen koperasi akan melakukan verifikasi produk dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar setempat. Produk yang lolos verifikasi akan mendapat bantuan promosi dan distribusi ke seluruh wilayah kerja koperasi. Banyak UMKM yang sudah mulai merasakan dampaknya, terutama di bidang kuliner, kerajinan tangan, dan hasil bumi yang selama ini kesulitan menemukan jalur distribusi yang layak.

