Pancasila 1 Juni

bramadapp
4 Min Read

jfid – Pancasila itu lahirnya ya 1 Juni 1945, meskipun rumusan yang hari ini kita kenal baru ditetapkan pada 18 Agustus 1945. Jangan lupa, Pancasila itu “dasar negara”. Kalau negara ini disepakati lahir 17 Agustus 1945, bagaimana bisa dasar pendirian negara ini disebut lahir pada 18 Agustus 1945? Anda boleh tidak suka PDI-P, atau Megawati, atau bahkan Soekarno, tapi bersikaplah gentle terhadap sejarah.

Gagasan Pancasila itu diajukan Soekarno untuk menjawab pertanyaan ketua BPUPKI, Dr. Radjiman, “di atas dasar apa negara Indonesia merdeka akan didirikan?” Sebelum Soekarno berpidato tanggal 1 Juni, memang ada banyak yang berpidato, mulai dari Yamin, Soepomo, juga Hatta, tapi tidak ada yang berhasil menjawab pertanyaan Radjiman tersebut. Mereka berpidato mengenai hal-hal lain, umumnya sangat teknis, misalnya Indonesia Merdeka wilayahnya ini dan itu, butuh tentara sekian, tapi tidak berpidato mengenai dasar negara. Sekali lagi, dasar negara.

Yamin sebenarnya tidak pernah merumuskan kata “peri ini” dan “peri itu” dalam pidatonya sebelum Soekarno. Kata-kata itu dikarangnya kemudian, dan diselinapkan ke dalam bukunya seolah rumusan itu pernah ada dan disampaikan sebelum 1 Juni. Kesimpulan ini bukan milik saya, melainkan kesaksian para pendiri bangsa yang masih hidup pada tahun 1970-an. Ada Hatta, A.A. Maramis, Pringgodigdo, dan sejumlah nama lain. Mereka menulis buku khusus yang mencoba meluruskan ihwal kelahiran Pancasila ini, termasuk mengklarifikasi jika pidato Yamin sebelum tanggal 1 Juni isinya bukanlah sebagaimana yang kini banyak beredar.

Sekali lagi, Pancasila itu lahir 1 Juni. Bacalah kesaksian Ibu Fatmawati, mengenai bagaimana gelisahnya Bung Karno pada malam sebelum ia akan menyampaikan pidatonya tentang dasar negara. Kegelisahan itu menunjukkan jika dia memikirkan gagasan tentang dasar negara dengan serius.

“Di rumah kami Pegangsaan Timur 56, sekarang Gedung Pola di jalan Proklamasi, pada suatu larut malam tanggal 31 Mei 1945 Bung Karno pergi ke kebun belakang sendirian, seakan ada sesuatu masalah berat yang dipikirkannya. Setelah kembali masuk ke kamar tidur, Bung Karno mengatakan bahwa besok aku harus siap untuk ikut bersamanya ke gedung Tjuo Sangi In dimana Bung Karno saat itu menjabat ketuanya (semacam Ketua MPR di masa kini). Karena biasanya di dalam acara rapat-rapat raksasa aku selalu dibawa serta oleh Bung Karno, sedangkan aku mengetahui bahwa besok tidak ada acara rapat raksasa, oleh sebab itu aku bertanya, ada apa besok di sana? Bapak menjawab, ‘Besok Mas akan mengucapkan pidato yang amat penting mengenai dasar-dasar negara kita, jika merdeka kelak’. Mendengar hal itu aku diam saja dengan perasaan bangga di dalam hati.”

Pada tanggal itulah pertanyaan mengenai dasar negara akhirnya terjawab dan disepakati. Mengenai kenyataan bahwa rumusan Pancasila yang disampaikan tanggal 1 Juni berbeda dengan rumusan yang hari ini kita kenal, itu adalah topik diskusi yang berbeda lagi.

Yang jelas, konsep mengenai Pancasila itu lahir melalui pikiran Soekarno. Rumusannya kemudian memang diserahkan kepada panitia kecil, sebagaimana halnya yang berlaku untuk seluruh isu penting yang pernah dibicarakan dalam BPUPK.

Namun, penting untuk dicatat, seluruh panitia kecil yang bertanggung jawab menyusun rumusan dasar negara itu, semuanya selalu dipimpin oleh Soekarno. Jadi, tak pernah ada satupun rumusan Pancasila yang tak melibatkan Soekarno di dalamnya.

Anda boleh tidak suka pada Soekarno, namun Anda tidak boleh menyangkal jika Soekarnolah yang telah membidani kelahiran Pancasila. Dan Pancasila memang lahir pada 1 Juni, bukan sesudah Proklamasi. Sebab, original intent Pancasila adalah gagasan tentang dasar negara.

Bramada Pratama Putra

Share This Article