Bappeda Sumenep Matangkan Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Potensi Lokal

Ningsih Arini
2 Min Read
Bappeda Sumenep Matangkan Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Potensi Lokal (Ilustrasi)
Bappeda Sumenep Matangkan Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Potensi Lokal (Ilustrasi)
- Advertisement -

SUMENEP jf.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan melalui perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan melibatkan berbagai sektor. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan potensi ekonomi sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa penanganan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan penyaluran bantuan sosial. Diperlukan langkah yang lebih menyeluruh, terutama melalui peningkatan pendapatan masyarakat, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan sektor ekonomi lokal.

Menurutnya, program pengentasan kemiskinan harus menyentuh akar persoalan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah, melainkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Penanggulangan kemiskinan tidak boleh hanya mengandalkan bantuan sosial yang bersifat konsumtif, tetapi harus melalui intervensi yang menyentuh akar persoalan,” ujarnya.

Arif menjelaskan, terdapat tiga strategi utama yang menjadi landasan pemerintah daerah dalam upaya menekan angka kemiskinan. Ketiganya meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan warga, serta pengurangan wilayah yang menjadi kantong-kantong kemiskinan.

Ketiga pendekatan tersebut akan menjadi acuan dalam menyelaraskan program kerja organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga kebijakan yang dijalankan dapat saling mendukung dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain itu, ketepatan data menjadi perhatian penting agar bantuan dan program pemerintah benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan sesuai kondisi sosial dan ekonominya.

“Dengan menggunakan data yang tepat, program bantuan yang diberikan nantinya bisa sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Arif menambahkan, keberhasilan pengentasan kemiskinan membutuhkan sinergi yang kuat antar-OPD serta perencanaan pembangunan yang berkesinambungan. Optimalisasi potensi ekonomi lokal juga diharapkan mampu membuka peluang usaha, memperluas lapangan kerja, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumenep secara berkelanjutan.

- Advertisement -
Share This Article