Bursa Asia-Pasifik Bangkit dari Lesunya, Hanya China yang Masih Merana!

Noer Huda
3 Min Read
stock market, charts, graphs
Photo by StockSnap on Pixabay

jfid – Setelah beberapa hari mengalami penurunan akibat kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global, bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada perdagangan Selasa (9/1/2024).

Kecuali China, hampir semua negara di kawasan ini mencatatkan kenaikan indeks sahamnya.

Salah satu yang paling menonjol adalah Jepang, yang indeks sahamnya, Nikkei 225, melonjak 1,53%.

Kenaikan ini didorong oleh optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi Jepang, yang baru saja mengumumkan peningkatan produksi industri dan penjualan ritel pada November 2023.

Sementara itu, Hong Kong, Singapura, Australia, dan Korea Selatan juga mengikuti tren positif dengan masing-masing indeks sahamnya, Hang Seng, Straits Times, ASX 200, dan KOSPI, menguat antara 0,18% hingga 1,09%.

Peningkatan ini dipengaruhi oleh faktor-faktor domestik maupun regional, seperti kinerja sektor keuangan, teknologi, dan komoditas.

Namun, China masih belum bisa keluar dari tekanan yang membebani bursa sahamnya. Indeks saham Shanghai Composite kembali terkoreksi 0,24% pada awal perdagangan hari ini.

Hal ini disebabkan oleh kecemasan investor terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi China, yang dipicu oleh ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) dan pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral China.

Di sisi lain, bursa saham AS, Wall Street, berhasil rebound pada perdagangan kemarin, setelah sebelumnya anjlok karena kekhawatiran investor terhadap kenaikan suku bunga The Fed.

Indeks saham Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq, masing-masing naik 0,58%, 1,41%, dan 2,2%.

Kenaikan ini didukung oleh saham-saham teknologi, yang menjadi favorit investor di tengah turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Pada pekan ini, investor akan menantikan rilis data inflasi konsumen dan produsen AS untuk periode Desember 2023, yang akan menjadi indikator penting bagi kebijakan The Fed.

Selain itu, investor juga akan mengamati perkembangan politik di Washington, di mana para pemimpin Kongres AS berusaha menghindari terjadinya shutdown pemerintah AS.

NegaraIndeks SahamPerubahan (%)
JepangNikkei 225+1,53
Hong KongHang Seng+0,23
SingapuraStraits Times+0,18
AustraliaASX 200+1,09
Korea SelatanKOSPI+0,49
ChinaShanghai Composite-0,24

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article