Sumbergondo Naik ke Peringkat Enam WIA 2026, Desa Wisata Kota Batu yang Sedang Naik Daun

jfid
By jfid
6 Min Read
- Advertisement -

jfid – Liburan kali ini punya destinasi baru yang layak masuk daftar. Desa Wisata Sumbergondo di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, baru saja menorehkan prestasi membanggakan. Desa ini masuk 10 besar Desa Wisata Terbaik Jawa Timur dalam Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026. Pencapaian itu menjadi buah dari proses kurasi yang berjalan ketat selama beberapa bulan.

Ajang WIA 2026 tingkat Jawa Timur diikuti 60 desa wisata yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, 38 desa lolos verifikasi awal yang disetujui pemerintah kabupaten atau kota. Tim kurator kemudian melakukan penilaian mendalam di lokasi. Mereka mempertimbangkan berbagai indikator seperti kualitas atraksi, keterlibatan masyarakat, hingga keberlanjutan program.

Tiga kurator independen hadir dari kalangan akademisi, komunitas pariwisata, dan praktisi berpengalaman. Keputusan mereka tidak didasari hanya popularitas, melainkan data nyata. Hasilnya, Sumbergondo berhasil menempati peringkat keenam. Posisi pertama dibagi oleh Kampoeng Heritage Kajoetangan dari Kota Malang, disusul Desa Wisata Poncokusumo dan Sumberwringin.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, angkat bicara mengenai pencapaian itu. Ia menyebut Sumbergondo sebagai kebanggaan tersendiri bagi Kota Batu. Menurutnya, keberhasilan desa tersebut juga membuktikan bahwa pengembangan wisata berbasis potensi lokal memang bisa bersaing. Dukungan pemerintah daerah menjadi faktor pendorong, tetapi eksekusi di lapangan tetap dilakukan oleh masyarakat.

Salah satu kekuatan utama Sumbergondo adalah D’Kopi Sabin. Usaha ini dikelola oleh Bumdes setempat dan berawal dari budidaya kopi di lereng Gunung Arjuno. Wisatawan bisa datang kapan saja untuk mencicipi kopi lokal sambil belajar proses produksi. Dari pemetikan biji, pemanggangan, hingga penyeduhan, semuanya ditampilkan secara transparan.

Pengalaman bersantai di tengah kebun kopi menjadi daya tarik tersendiri. Kamu bisa duduk di ruang terbuka sambil menikmati panorama hijau. Suara alam dan aroma kopi menyatu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Banyak pengunjung yang datang hanya untuk mencari ketenangan jauh dari hiruk pikuk kota.

Selain produk kopi, Sumbergondo juga memiliki berbagai program edukasi. Wisatawan diajak berkeliling kebun untuk memahami pertanian tropis yang menjadi mata pencaharian utama. Ada juga workshop pembuatan kerajinan tangan dari bahan alam. Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tapi juga menambah wawasan tentang kehidupan pedesaan.

Kota Batu memang sudah lama dikenal sebagai kota wisata dengan iklim sejuk. Pemandangan Gunung Arjuno dan Arjuno Welirang menjadi latar belakang yang indah. Namun, banyak orang hanya mengenal Selecta, Coban Rondo, atau Museum Angkut. Sumbergondo menawarkan pengalaman yang lebih dalam dan personal. Kamu tidak sekadar menonton, tapi benar-benar terlibat dengan alam dan budaya setempat.

Pemerintah Kota Batu berkomitmen untuk terus mendukung desa wisata berbasis masyarakat. Setiap tahun, mereka melakukan pembinaan manajemen dan promosi. Prestasi di WIA 2026 diharapkan menjadi pemicu bagi desa lain untuk mengikuti jejak. Buktinya, beberapa desa tetangga sudah mulai meniru model pengelolaan Sumbergondo.

Bagi kamu yang ingin berkunjung, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hariweekend biasanya lebih ramai, terutama saat libur sekolah. Disarankan untuk datang lebih pagi agar bisa menikmati suasana tenang. Pakaian yang nyaman dan alas kaki yang sesuai medan berbukit adalah persiapan wajib. Juga, bawa kamera untuk mengabadikan pemandangan kebun kopi yang spektakuler.

Pemesanan akomodasi bisa dilakukan melalui homestay warga sekitar. Tarifnya terjangkau dan kamu bisa merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat. Beberapa homestay bahkan menyediakan paket makan bersama keluarga yang memasak masakan khas Malang. Sensasi makan sambil dengar cerita warga akan menambah warna liburanmu.

Akses ke Sumbergondo cukup mudah dari pusat Kota Batu. Perjalanan menggunakan kendaraan pribadi memakan waktu sekitar 30 menit. Jalan sudah tanah aspal yang baik, meskipun beberapa bagian berkelok. Jika kamu tidak membawa kendaraan, kamu bisa menyewa ojek online atau menggunakan jasa travel lokal.

Di akhir tahun ini, Sumbergondo dijadwalkan untuk memperluas area wisata. Rencana pembangunan homestay tambahan dan peningkatan jalur trekking sedang dibahas. Pengunjung di masa depan akan bisa menikmati lebih banyak spot foto dan area edukasi. Namun, kota tetap menjaga batas kapasitas untuk menghindari kerusakan lingkungan.

Kunjungan ke Sumbergondo juga bisa dikombinasikan dengan destinasi lain di Kota Batu. Setelah puas menikmati kopi dan alam, kamu bisa lanjut ke Jatim Park atau mendaki Gunung Arjuno. Rencana perjalanan yang fleksibel akan membuat liburan lebih maksimal. Jangan ragu untuk menanyakan rekomendasi warga, karena mereka biasanya tahu tempat-tempat hidden gem yang belum tersentuh wisata massal.

Dengan semua potensi yang dimiliki, Sumbergondo pantas mendapatkan tempat di itinerary liburanmu. Keberhasilan di WIA 2026 hanyalah awal dari perjalanan panjang. Desa wisata ini terus berbenah dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengunjung. Saat kamu datang, kamu tidak cuma menikmati liburan, tapi juga berkontribusi langsung terhadap pembangunan ekonomi lokal. Liburan yang meaningful memang seperti itu.

- Advertisement -
Share This Article