Pertempuran Andrassos: Kemenangan Bizantium yang Mengakhiri Dominasi Hamdanid

Noer Huda
2 Min Read
Pertempuran Andrassos: Kemenangan Bizantium Yang Mengakhiri Dominasi Hamdanid
Pertempuran Andrassos: Kemenangan Bizantium Yang Mengakhiri Dominasi Hamdanid

Pada tanggal 8 November 960, jalur pegunungan yang tidak teridentifikasi di Pegunungan Taurus menjadi saksi pertempuran epik antara Bizantium dan Emirat Hamdanid Aleppo.

Pertempuran ini, dikenal sebagai Pertempuran Andrassos, bukan sekadar bentrokan biasa; ia menjadi titik balik dalam konflik berkepanjangan antara kedua kekuatan besar ini dalam sejarah kawasan tersebut.

Emirat Hamdanid Aleppo, yang didirikan oleh Sayf al-Dawla pada tahun 945, telah menjadi musuh utama Bizantium di perbatasan mereka. Pertempuran dan serangan balasan telah melanda kedua belah pihak.

Hamdanids menyerbu provinsi-provinsi Bizantium di Asia Minor, sementara Bizantium merespons dengan menyerang wilayah kepemilikan Hamdanid di Upper Mesopotamia dan utara Suriah.

Pada pertengahan tahun 960, Sayf al-Dawla membuat kesalahan fatal yang merubah arah perang. Dalam serangannya ke Asia Minor dan wilayah Cappadocia, dia tidak menyadari ancaman yang mengintai.

Pasukannya disergap oleh Leo Phokas di jalur Andrassos, dan hasilnya sangat fatal bagi Hamdanids. Sayf al-Dawla hampir lolos, tetapi pasukannya hancur, meninggalkannya dengan kekuatan yang sangat tereduksi.

Pertempuran Andrassos dianggap oleh para sejarawan sebagai pukulan telak bagi kekuatan Emirat Hamdanid. Kekalahan ini tidak hanya menghilangkan sebagian besar kekuatan mereka tetapi juga mematahkan semangat mereka.

Dalam situasi yang semakin sulit dengan mewabahnya penyakit, Sayf al-Dawla tidak lagi memiliki kekuatan untuk merazia wilayah Bizantium sejauh itu.

Bizantium melihat peluang dalam kelemahan lawannya. Dipimpin oleh saudara Leo, Nikephoros Phokas, Bizantium meluncurkan serangan berkelanjutan. Pada tahun 969, mereka berhasil menaklukkan Cilicia dan utara Suriah di sekitar Antioch, yang akhirnya membawa kemenangan penghambaan Aleppo itu sendiri.

Pertempuran Andrassos, dengan segala ketegangan dan strategi militernya, tidak hanya berakhir sebagai pertempuran biasa. Ia telah menjadi sebuah cermin bagi ketahanan dan keberanian Bizantium, dan pada saat yang sama, menjadi tanda kejatuhan bagi Emirat Hamdanid Aleppo.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email [email protected]

Share This Article