Perguruan Tinggi di Medan Uji Coba AI sebagai Juri Ujian Mahasiswa

Rasyiqi
By Rasyiqi - Writer, Saintific Enthusiast
6 Min Read
- Advertisement -

jfid – Kolaborasi antara Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I dan MindlogicX Asia membuka pintu transformasi penilaian digital di kawasan perguruan tinggi Sumatera Utara. Seminar Internasional Penilaian Digital, Kecerdasan Buatan, dan Penjaminan Mutu Akademik 2026 digelar di Hotel Le Polonia Medan, Jumat 4 September 2026, menandai langkah konkret penerapan teknologi artificial intelligence dalam ekosistem akademik Indonesia yang selama ini bergantung pada sistem konvensional.

Forum ini tidak sekadar menjadi ajang penandatanganan memorandum of understanding antara institusi pendidikan tinggi dan perusahaan teknologi Malaysia. Lebih jauh, seminar ini menjadi medan dialog strategis yang menghadirkan pakar nasional dan internasional untuk membedah bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam sistem evaluasi yang selama ini masih bergantung pada metode konvensional. LLDikti Wilayah I hadir sebagai fasilitator perubahan yang mengedepankan standar mutu akademik dan inovasi berkelanjutan.

IntelliEXAMS, solusi yang diperkenalkan MindlogicX Asia Sdn Bhd, menawarkan infrastruktur penilaian digital yang terintegrasi penuh. Dosen dapat membuat bank soal pilihan ganda maupun esai dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan secara otomatis berdasarkan kurikulum dan tingkat pembelajaran. Platform ini mengurangi repetisi tugas administratif sekaligus menambah variasi soal yang lebih relevan untuk mengukur kompetensi mahasiswa secara lebih akurat, objektif, dan sesuai dengan capaian pembelajaran yang diharapkan.

Bagi mahasiswa, transisi ke sistem penilaian digital berbasis AI membuka ruang evaluasi yang lebih transparan dan adil. Setiap jawaban diproses dengan algoritma yang konsisten, meminimalisir variasi subjektif yang kerap terjadi pada penilaian manual oleh dosen yang berbeda. Feedback otomatis juga memungkinkan mahasiswa memahami titik kelemahan pembelajaran secara lebih cepat, mendorong siklus perbaikan yang berkelanjutan sepanjang semester akademik tanpa harus menunggu hasil akhir ujian.

Perguruan tinggi Indonesia saat ini menghadapi tantangan paralel antara kuantitas dan kualitas lulusan. Dengan jumlah perguruan tinggi yang terus bertambah, standar mutu akademik perlu dijaga melalui sistem evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Penerapan AI dalam penilaian bukan lagi sekadar pilihan gaya, melainkan kebutuhan strategis untuk menjamin bahwa setiap gelara yang diberikan benar-benar merujuk pada kompetensi yang terukur dan terverifikasi oleh data dan bukti nyata.

Prof Drs Saiful Anwar Matondang, Kepala LLDikti Wilayah I, menegaskan bahwa transformasi digital di bidang penilaian adalah respons mendesak terhadap arus globalisasi pendidikan. Ia menilai pemanfaatan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran dosen, melainkan memperkuat kapasitas penyelenggaraan ujian yang lebih efisien dan berkualitas. Menurutnya, standar internasional dalam proses evaluasi menjadi syarat mutlak perguruan tinggi Indonesia untuk bersaing di level regional dan global.

Suresh Elangovan, Pengasas dan Pengerusi MindlogicX Ltd., menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem asesmen yang aman, efisien, dan terukur. Ia menambahkan bahwa MindlogicX Asia tidak hanya membawa produk teknologi, tetapi juga metodologi transfer pengetahuan yang berkelanjutan. Pelatihan dosen, pemeliharaan sistem, dan pembaruan konten menjadi bagian dari paket komitmen jangka panjang kepada institusi pendidikan di Indonesia yang terus berkembang dan beradaptasi.

Datuk Ariff Farhan Doss, Pengarah Urusan MindlogicX Asia Sdn Bhd, menegaskan bahwa lanskap pendidikan tinggi Indonesia dinamis dan berkembang pesat. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini lebih dari sekadar pengenalan teknologi. Ini adalah upaya membangun kapasitas institusi dalam jangka panjang. Penerapan AI secara bertanggung jawab diharapkan memberdayakan pendidik, meningkatkan efisiensi operasional kampus, dan pada akhirnya memperkaya pengalaman belajar seluruh mahasiswa tanpa diskriminasi.

Penandatanganan Memorandum of Agreement antara LLDikti Wilayah I dan MindlogicX Asia Sdn Bhd, serta Memorandum of Understanding dengan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, mengukuhkan komitmen strategis. Kerja sama ini mencakup transformasi asesmen digital, penjaminan mutu akademik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan berbagai inisiatif digitalisasi lain yang akan diimplementasikan secara bertahap dalam dua tahun ke depan dengan timeline yang jelas dan terukur.

Prof Madya Dr Mahaganapathy Dass, Pengarah Bisnis Pembangunan MindlogicX Asia, memaparkan cara kerja IntelliEXAMS dalam konteks kampus Indonesia. Platform ini mendukung integrasi dengan sistem informasi akademik yang sudah berlaku, sehingga tidak memerlukan migrasi total data yang ribet dan berisiko. Fitur keamanan terenkripsi dan audit trail juga menjamin setiap proses ujian dapat dilacak, mengurangi potensi kecurangan dan meningkatkan akuntabilitas hasil evaluasi di mata pemangku kebijakan dan masyarakat.

Langkah yang diambil LLDikti Wilayah I menjadi indikator keseriusan Indonesia dalam menyambut era digital pendidikan. Kolaborasi lintas negara dengan Malaysia membuktikan bahwa transformasi pendidikan tidak bisa dihadapi secara terisolasi. Pertukaran teknologi dan pengalaman menjadi kunci percepatan adaptasi yang bertanggung jawab. Perguruan tinggi lain di Nusantara dapat mempelajari model Sumatera Utara ini sebelum melakukan skala nasional yang lebih luas dan berdampak lebih besar.

Revolusi digital di bidang pendidikan tinggi memang tidak hanya mengubah alat bantu evaluasi, tetapi juga cara kita berpikir tentang integritas akademik, transparansi, dan pembelajarannya. Jurnalfaktual.id akan terus mengikuti perkembangan implementasi sistem ini di perguruan tinggi Sumatera Utara dan membawa kabar terbaru mengenai dampak nyata yang dirasakan oleh dosen maupun mahasiswa di lapangan.

- Advertisement -
Share This Article