Perpusda-Okara: Bangkitkan Minat Baca Anak di CFD

Ningsih Arini
3 Min Read

jf.id – Minat baca anak menjadi perhatian khusus Perpusda Sumenep. Dengan menggandeng komunitas Rumah Cerita OKARA, mereka menggelar kegiatan membaca buku dan mendongeng di area CFD Sumenep, Minggu 9/2. Kehadiran perpustakaan keliling di area Car Free Day sangat membantu masyakarat untuk mengakases bahan bacaan terutama anak-anak. Apalagi buku yang disediakan mencapai ribuan judul.

Sementara itu, anak-anak yang hadir ke area CFD, juga disambut oleh komunitas OKARA. Komunitas ini sangat konsen terhadap peningkatan minat baca anak. Disamping mendampingi anak membaca buku, tim relawan OKARA juga mempersembahkan dongeng anak untuk pengunjung.

Ketua komunitas OKARA, Avan Fathurrahman mengatakan, perkembangan minat baca anak menjadi fokus perhatiannya. Dengan mendampingi anak-anak membaca buku, dirinya dan tim bisa sambil menjelaskan apa isi buku tersebut.

“Dengan menjelaskan, anak-anak akan memperoleh pemahaman yang lengkap terhadap isi buku yang dibaca. Disamping itu, anak-anak mulai diajak berpikir kritis. Tujuannya agar mereka terlatih untuk menganalisa sebuah bacaan.”

Sejalan dengan hal Kak Avan, Kabid Perpusda Sumenep, Khairul menjelaskan pihaknya akan terus meningkatkan layanan perpustakaan keliling. “Kami selalu berbenah siap siaga untuk mendukung kegiatan literasi. Kami juga menambah bacaan anak yang dibawa dalam mobil perpustakaan keliling. Bahkan sekarang juga tersedia di perpus keliling beroda 3. Jadi silahkan masyarakat bisa memanfaatkan ini dengan baik,” jelasnya.

Menurut Khairul, selain di area CFD. Perpustakaan keliling dan Komunitas OKARA juga akan datang ke desa-desa. “Kegiatannya sama. Membaca buku, mendongeng dengan Kak Avan dan Kia. dan mengenalkan permainan tradisional dengan relawan OKARA.”

Salah satu pengunjung CFD, Selvi, dirinya merasa senang dengn kehadiran perpus keliling dan komunitas OKARA. “Kegiatan ini keren sekali. Apalagi yang dilakukan tim OKARA langsung membaur dengan anak-anak. Menemani dan membacakan buku. Anak-anak terlihat senang dan antusias. Apalagi setelah Kak Avan mendongeng dengan boneka Kia. Bukan hanya anak-anak yang tertawa-tawa. Tapi ibu-ibu juga banyak yang suka,” ucapnya dengan tersenyum.

“Mengikuti dongeng Kak Avan dan Kia itu menyenangkan. Kia itu boneka cantik, lucu, imut dan pintar,” ujar Alya, salah satu anak yang hadi di CFD.

Menurut Alya, boneka Kia itu lucu. Tapi sayang hanya sebentar. Dia berharap Kia bisa tambil lebih lama. “Kalau bisa satu jam dengan Kia,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Iyan, salah satu relawan OKARA, Kia sudah menjadi maskot komunitasnya. “Kia cukup duduk manis saja, sudah membuat anak anak enggan untuk beranjak. Apalagi ketika mulai mendongeng, mereka melihat Kia itu seperti manusia dan sahabat mereka. Keceriaan anak anak sangat nampak diwajahnya. Semoga kehadiran kami dan boneka Kia, anak-anak bisa membiasakan diri membaca. Karena dengan membaca kita bisa menjelajahi dunia,” ujarnya.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article