Pahlawan E-Warung di Sumenep, Para KPM Terbantukan

Ningsih Arini
3 Min Read

jfID – Hebat, salah satu E-Warung di desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, menjadi Pahlawan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pasalnya, saat mesin transaksi kesulitan sinyal atau eror, para KPM tetap bisa membelanjakan haknya.

Hal tersebut dirasakan oleh para Keluarga Penerima Manfaat seperti Patlatun (33) dari Dusun Polai Timur, saat membelanjakan haknya senilai Rp. 200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah) di E-Warung Semoga Jaya.

“Alhamdulillah, kami terbantukan dengan membelanjakan BPNT di E-Warung Semoga Jaya. Karena, walaupun mesinnya eror, kami tetap bisa membelanjakan dengan menitipkan kartu ke E-Warung. Nanti, jika sudah mesinnya normal bisa digesek sendiri. Enak, seperti diberi hutang dulu,” ungkapnya, pada jurnalfaktual.id, Jum’at (10/7/2020).

para KPM saat antri di E-Warung Semoga Jaya, Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep

Dilain hal, Subaida (40) warga Dusun Guk Tabun Timur, Desa Gadu Timur juga mengungkapkan nada yang sama.

“E-Warung ini (Semoga Jaya, red) bisa dijadikan panutan bagi E-Warung lain. Karena masyarakat yang datang, tidak direpotkan dengan mesin transaksi yang katanya masih Eror. Disini, harga-harganya murah dibandingkan E-Warung lain,” terang Subaida.

Subaida, salah satu KPM yang menjadi pelanggan setia E-Warung Semoga Jaya, menambahkan, jika dirinya lebih minat berbelanja di E-Warung milik Hermiyati. Alasannya, selain murah, kualitas beras dan telurnya super mantap.

Pantauan jurnalfaktual.id di lokasi, tertulis papan harga di E-Warung Semoga Jaya sebagaimana berikut: Harga beras per Kilogram Rp. 11.000 dan per 15 Kilogram Rp. 165.000. Sedangkan harga telur perbutirnya Rp. 1676, 4706 dan hitungan per 17 biji Rp. 28.500 dan harga kacang perseperempat kilo Rp. 6.500. Jika dijumlahkan, Uang senilai Rp. 200.000 bisa dibelanjakan 15 Kilogram beras, 17 biji telur Super, dan seperempat kacang.

Daftar harga di E-Warung Semoga Jaya (foto: Redaksi)

Dilain hal, salah satu tokoh masyarakat Gadu Timur ditanya soal E-Warung yang memberikan lebih dahulu barang kebutuhan pokok pada masyarakat. Pihaknya, berani bertanggungjawab dengan alasan keberpihakan pada masyarakat kecil.

“Untuk masyarakat yang terlebih dahulu mengambil sembako, sebelum mesin normal, ini atas permintaan para KPM. Dan kami, para tokoh-tokoh masyarakat Gadu Timur ikut mendukung dan bertanggungjawab,” tutur tokoh masyarakat Gadu Timur, yang namanya tak ingin disebutkan.

Pihaknya menambahkan, jika setiap kepentingan masyarakat yang mendesak. Tokoh-tokoh masyarakat, termasuk Kepala Desa Gadu Timur pasti mendukung.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article