Padhe Gentengnga, Asareng Ulama

Ningsih Arini
3 Min Read

Opini- jfID – Keduanya adalah bakal calon Bupati dan wakil Bupati Sumenep, Fattah Jasin dan Khairul Anwar dikenal sebagai orang yang cakap. Pertama, Fattah Jasin seorang Birokrat yang pengabdiannya selama 32 tahun pada masyarakat Jawa Timur.

Taukah anda? Jika orang yang ramah dan berkumis tipis tersebut adalah seorang Dosen Magister disalah satu Universitas di Surabaya. Mengenal lebih dekat Dr. Ir. H. RB. Fattah Jasin dari teman kuliahnya. Sejak masa kuliah di Universitas Jember, Gus Acing (Sapaan akrabnya) dikenal sebagai pelajar yang disiplin, cermat, dan bersahaja.

Gus Acing adalah seorang Intelektual yang berada di dunia Birokrat. Namun, keberhasilan karirnya tidak lepas dari peran para Ulama-ulama di Jawa Timur yang setiap kali ia sowani.

Gus Acing adalah orang NU, lihat saja rumah keluarga besarnya, di Jln. Irama, Kelurahan Kepanjin. Tepat di rumah pribadinya, terdapat Musholla yang terletak di depan halaman rumah. Seperti semboyan Orang Madura “Lebih baik tidak punya Mobil dari pada tidak punya Musholla”

Tidak heran, jika Rois Syuriah PCNU Sumenep KH. Taufiqurahman menghadiahkan Songkok hitam berlambang NU pada RB. Fattah Jasin. Bukankah itu sebagai bentuk legitimasi (penguatan) dari sang Kyai, jika Fattah Jasin adalah bagian dari keluarga besar NU.

Khairul Anwar, Orang NU berbaju PAN

Khairul Anwar sudah populer dikalangan anak-anak Milenial. Ia sebagai tokoh muda masa depan Sumenep. Dedikasinya pada dunia sepakbola menghantarkannya sebagai ketua ASKAB Sumenep. Banyak bidang yang ditekuninya, ia salah satu orang yang secara Alamiah tumbuh besar dengan kreativitas hidupnya.

Dibidang bisnis, Khairul Anwar berhasil mengantarkan nama Sumenep ke Tanah Air sebagai kota Wisata. Ia berhasil menyulap sebuah Gowa yang kusam menjadi cantik (Gowa Soekarno). Seorang pengusaha, pemilik PT. Madura Energi Infrastruktur, yang ikut berperan serta dalam pembangunan Sumenep. Kini, Khairul Anwar menahkodai KADIN.

Kabar dari beberapa wartawan yang kenal dekat dengan Khairul Anwar, ternyata anak muda berprestasi tersebut, berperan dalam penerangan Listrik di beberapa titik Kepulauan.

Khairul Anwar disebut oleh Rois Syuriah PCNU sebagai Orang NU yang ada di PAN, sebelum KH. Taufiqurahman memasangkan kopiah berlambang NU.

Kaderisasi Malik Efendi di PAN melahirkan seorang Politisi masa depan Khairul Anwar. Tidak salah, jika menyebut Malik Efendi orang yang paling berhasil dalam melahirkan generasi-generasi setelahnya.

Sepak terjang Khairul Anwar, terlihat saat dirinya menjadi ketua Relawan Prabowo-Sandi Kabupaten Sumenep di Pilpres 2019. Prabowo-Sandi berhasil unggul dari pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article