Kasihan, Ratusan Gajah Mati Akibat Kemarau Panjang di Taman Nasional Zimbabwe

Lukman Sanjaya
2 Min Read
Sad Fate: Hundreds of Elephants Perish Due to Prolonged Drought in Zimbabwe National Park.”
Sad Fate: Hundreds of Elephants Perish Due to Prolonged Drought in Zimbabwe National Park.”

jfid – Gajah adalah hewan mamalia terbesar di darat, tetapi mereka juga sangat rentan terhadap perubahan iklim.

Di Zimbabwe, ratusan gajah mati kehausan akibat kekeringan berkepanjangan yang mengeringkan sumber air dan merusak habitat mereka.

Menurut otoritas taman nasional Zimbabwe, lebih dari 110 gajah telah mati di Taman Nasional Hwange sejak September 2023.

Taman nasional ini merupakan rumah bagi sekitar 45.000 gajah, atau sepertiga dari populasi gajah di negara itu.

Hujan terlambat turun lebih dari enam minggu di Zimbabwe barat, dengan suhu terik sering mencapai 40 derajat Celsius.

Kondisi ini menyebabkan bangkai gajah menghitam, membuat pemandangan di taman nasional terlihat suram.

Taman nasional ini memiliki 104 lubang bor bertenaga surya untuk menjangkau dan memompa air tanah yang semakin rendah setiap tahunnya.

Namun itu tampaknya belum cukup. Perubahan iklim telah menyebabkan kekeringan di sana semakin panjang, dan kondisinya makin parah dengan fenomena El Nino tahun ini.

Kekeringan berkepanjangan memaksa gajah mendekati pemukiman manusia di pinggiran Hwange untuk mencari air.

Bahkan, mereka nekat masuk perkarangan rumah untuk minum dari kolam renang pribadi, termasuk mengambil risiko minum dari lubang air yang terkontaminasi oleh bangkai hewan.

Gajah adalah hewan yang cerdas dan sosial, tetapi mereka juga membutuhkan banyak air untuk bertahan hidup.

Mereka bisa minum hingga 200 liter air per hari, dan juga menggunakan air untuk mandi, bermain, dan berkomunikasi.

Kematian gajah akibat kekeringan bukan hanya terjadi di Zimbabwe, tetapi juga di negara-negara Afrika lainnya seperti Botswana, Namibia, dan Zambia.

Para ahli memperingatkan bahwa populasi gajah di benua itu terancam punah dalam beberapa dekade jika tidak ada tindakan nyata untuk melindungi mereka dari dampak perubahan iklim.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article