CK Sumenep Membangun Kemandirian Ekonomi Ditengah Pandemi Covid

jfid
By jfid
3 Min Read

jfID – Badai Covid-19 mengguncang negeri ini, hingga beberapa hari yang lalu Sumenep pun masuk Zona Merah. Corona berdampak bust ekonomi Indonesia. Maka sebaiknya ekonomi berbasis kerakyatan mulai dibangun.

Senin Malam, ba’da taraweh, kami berangkat menuju Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep. Dua mobil menuju kesana, turun di Balai Desa. Belasan orang, 7 orang Pamong Desa, tak lupa Kades Gadu Timur, Ghufron Efendi, SE beserta perangkat Desa lainnya sudah menunggu.

Walaupun kami bukan tamu kehormatan, tapi sambutan mereka tak kalah hangatnya. Dibawah lampu temaram balai. Kami menyusun sebuah rencana yang sangat rahasia, yaitu bagaimana masyarakat Desa Gadu Timur dalam tahun ini bahkan beberapa bulan kedepan bisa berpenghasilan minimal 500 ribu persetengah bulan. Dan tentu, sehat itu yang utama.

Ini sesuatu yang mungkin, jika anda berani penasaran dengan apa yang kami jalankan anda bisa menghubungi Kyai Ahmad Azizi. “Dengan sistem yang terintegrasi dan dengan kekompakan para saudara-saudara seasap dan setanah air, 100% ini bukan hal mustahil,” tuturnya sembari mengembuskan kreteCK.

Melalui komunitas, dengan tagline ‘beriman, berbudaya dan berwirausaha’, yang anggotanya sudah ratusan ribu ini bergerak tanpa pandang bulu. Tidak peduli siapa dan apa latarbelakangnya. Perjalanan ke Gadu Timur bukan satu-satunya, sebab setiap malam dan di setiap tempat ‘jagongan’ dilaksanakan.

Kyai Ahmad Azizi dengan beberapa punggawa CK Sumenep, membagikan Masker ke masyarakat Desa Gadu Timur. Hal ini sebagai bentuk kepedulian para perokok CK pada masyarakat ditengah Pandemi Covid-19.

Selain itu, Kyai Ahmad Azizi mengungkapkan, jika Desa Gadu Timur dengan dikepalai Gufron Efendi, mengawali Desa se Kabupaten Sumenep dalam membangun kemandirian ekonomi kerakyatan.

“Melihat antusias Bapak Gufron Efendi (Kades, red) dan para perangkat Desanya, ini bisa menjadi Desa percontohan di Kabupaten Sumenep sebagai desa yang siap membangun ekonomi kerakyatan,” tukas Kyai Azizi, Maestro CK Sumenep.

Dilain hal, Asmuni, Bos Kedai Restu Ibu mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Gadu Timur untuk membangun kemandirian ekonomi ditengah Pandemi Covid-19.

“Melihat antusias Kades Gadu Timur dan para perangkat Desanya. Insyaallah, tahun ini, masyarakat bisa berpenghasilan 500 ribu hingga jutaan rupiah. Saya sangat yakin pada pak Saniwan bendahara desa Gadu Timur, Kadus Gunggung pak Sander, Kadus Benangger, pak Modakker, Kadus Polay Barat, pak Saruji, Kadus Polay Timur, pak Rasul, Kadus Guk Tabun Timur, M Aziz. Kadus Guk Timur Barat, pak Munakib, Kadus Manggar, pak Mahmudi,” imbuh, Asmuni, bos Kedai Restu Ibu.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article