Antara Sedekah dan Money Politic: Kisah Zulhas yang Hobinya Bagi-bagi Gocapan

Rasyiqi
By Rasyiqi
5 Min Read
Bukan ilustrasi Zulhas (jfid)

jfid – Zulkifli Hasan, atau yang akrab disapa Zulhas, adalah seorang politisi dan pengusaha yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN). Zulhas dikenal sebagai sosok yang dermawan dan suka bersedekah. Namun, belakangan ini, ia mendapat sorotan karena aksinya membagikan uang Rp 50 ribu atau gocapan kepada warga.

Video yang menunjukkan Zulhas berbagi gocapan viral di media sosial. Banyak yang mengkritik dan menuding Zulhas melakukan politik uang atau money politic. Apalagi, video tersebut diunggah oleh akun TikTok resmi PAN dengan caption “PAN PAN PAN, bagi-bagi gocapan”. Seolah-olah, Zulhas ingin menarik simpati masyarakat dengan uang.

Namun, Zulhas membantah tuduhan tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki ambisi politik apapun. Ia tidak mencalonkan diri sebagai presiden, wakil presiden, gubernur, bupati, wali kota, anggota DPR, atau bahkan kepala desa. Ia hanya ingin membantu warga yang membutuhkan. “Saya bukan caleg atau capres, apa urusannya?” tegas Zulhas .

Zulhas juga mendapat pembelaan dari sejumlah kader dan simpatisan PAN. Mereka mengatakan bahwa Zulhas memang memiliki hobi bersedekah. Bahkan, Zulhas selalu menyimpan uang gocapan di pecinya. “Coba saja kalau subuh, itu salat di kompleks rumah, buka aja pecinya. Itu isinya gocapan semua dan nggak di Indonesia aja, di India juga, gocapan,” ujar Zita Anjani, putri sekaligus Ketua DPP PAN .

Zita juga menambahkan bahwa Zulhas sering membangun sekolah unggulan di Lampung dengan uangnya sendiri. Ia juga mengaku tidak pernah meminta uang dari ayahnya. “Dia tuh emang hobinya sedekah, bukannya sombong apa gimana, emang hobinya sedekah,” kata Zita.

Pembelaan lain datang dari Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra yang juga merupakan mitra koalisi PAN. Prabowo mengatakan bahwa Zulhas adalah orang yang suka sedekah. Ia juga mengapresiasi Zulhas yang tidak mau jadi presiden. “Dia seorang pengusaha. Sebelum masuk politik dia pengusaha. Dia suka sedekah dan dia, sekali lagi, tidak nyaleg, tidak nyagub, tidak nyabup, tidak menjadi wali kota, tidak mau jadi presiden,” puji Prabowo .

Dengan begitu banyaknya pembelaan, apakah Zulhas benar-benar tidak bersalah? Apakah Zulhas hanya ingin beramal tanpa pamrih? Apakah Zulhas tidak punya agenda tersembunyi? Apakah Zulhas tidak sadar bahwa aksinya bisa dianggap sebagai money politic?

Atau, mungkin, Zulhas memang sengaja melakukan money politic dengan cara halus. Mungkin, Zulhas ingin membangun citra positif di mata masyarakat. Mungkin, Zulhas ingin memperkuat basis massa PAN. Mungkin, Zulhas ingin menyiapkan diri untuk maju sebagai capres atau cawapres di masa depan.

Siapa yang tahu apa yang ada di benak Zulhas? Yang pasti, Zulhas tidak akan pernah mengaku bahwa ia melakukan money politic. Ia akan selalu mengatakan bahwa ia hanya bersedekah. Ia akan selalu mengatakan bahwa ia hanya hobinya bagi-bagi gocapan. Ia akan selalu mengatakan bahwa ia tidak mau jadi apa-apa.

Tapi, apakah masyarakat percaya dengan ucapan Zulhas? Apakah masyarakat tidak merasa dicurangi oleh Zulhas? Apakah masyarakat tidak merasa dibodohi oleh Zulhas? Apakah masyarakat tidak merasa dihina oleh Zulhas?

Mungkin, masyarakat sudah terbiasa dengan politik uang. Mungkin, masyarakat sudah tidak peduli dengan politik uang. Mungkin, masyarakat sudah tidak berharap banyak dari politik uang. Mungkin, masyarakat sudah tidak punya pilihan selain menerima politik uang.

Atau, mungkin, masyarakat sudah mulai sadar dan kritis. Mungkin, masyarakat sudah mulai menolak dan melawan politik uang. Mungkin, masyarakat sudah mulai memilih dan menuntut politik yang bersih dan berintegritas. Mungkin, masyarakat sudah mulai mengubah nasibnya sendiri.

Siapa yang tahu apa yang ada di hati masyarakat? Yang pasti, masyarakat tidak akan diam saja. Masyarakat akan bereaksi. Masyarakat akan beraksi. Masyarakat akan memberikan respons. Masyarakat akan memberikan pelajaran.

Antara sedekah dan money politic, mana yang lebih kuat? Antara Zulhas dan masyarakat, siapa yang lebih pintar? Antara PAN dan rakyat, siapa yang lebih berkuasa? Antara gocapan dan suara, mana yang lebih berharga?, jadi apa bedanya antara sedekah dengan money politic, simak artikel ini

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article