Analisis Pileg di Dapil 4 Sumenep dari Berbagai Pakar

Deni Puja Pranata
2 Min Read
Analisis Pileg di Dapil 4 Sumenep dari Berbagai Pakar
Analisis Pileg di Dapil 4 Sumenep dari Berbagai Pakar

jfid – Pemilu legislatif 2024 tersisa 20 hari lagi. Berbagai analisis muncul dari pakar dalam memprediksi hasil Pileg di daerah pemilihan 4 Sumenep. Meliputi kecamatan Pasongsongan, Ambunten, dan Rubaru. 

Analisis mengejutkan datang dari Ahmad Sa’ie, pakar komunikasi yang menjabat sebagai ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS). Menyebutkan, jika sejumlah incumbent berpotensi besar untuk kembali terpilih di Pileg 2024, khususnya di daerah pemilihan 4 Sumenep. 

Dari 18 partai politik peserta pemilu 2024, ada 7 partai yang terpilih di pileg 2019. Yang diantaranya: PKB, PPP, PDIP, Demokrat, Nasdem, Gerindra, dan PAN. 

Dari pernyataan Ahmad Sa’ie, jika incumbent berpotensi besar untuk kembali terpilih di pileg 2024. Namun kali ini, ada pengurangan porsi kursi dewan yang awalnya 7 menjadi 6 kursi. Itu, artinya, ada pemangkasan 1 kursi. 

Analisis Ahmad Sa’ie, mengatakan jika Partai Nasionalis di dapil 4 harus bekerja keras. 

“Masyarakat dapil 4 sangat religius, dan peran penting Kyai dan guru ngaji sangat berpengaruh di dapil ini,” ujar Ahmad Sa’ie saat dihubungi jurnalfaktual.id. Sabtu (26/1/2024)). 

Ahmad Sa’ie secara mengejutkan menyebut jika partai Nasdem, Gerindra, dan PAN untuk bekerja keras di Dapil 4, agar tidak tergusur di kursi terakhir. 

Namun, Ahmad Sa’ie tidak menyebut partai Demokrat dan PDIP dari partai nasionalis yang ia maksud untuk bekerja keras berebut kursi terakhir. 

Dilain hal, direktur riset politik & development jurnalfaktual.id mengatakan variabel kekuatan incumbent. 


“Pertama, potensi beberapa incumbent memang sulit untuk tergeser, dengan fighter baru. Kedua, temuan hari ini kan masih tesisa kurang dari satu bulan sebelum pencoblosan. Incumbent ini kan masih punya sumber daya atau amunisi yang belum dikeluarkan,” tegas Rasyiqi.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article