Sumenep Jf.id – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Direktur dr. Erliyati, rumah sakit ini kini menghadirkan layanan terapi wicara di Poli Rehabilitasi Medik.
Layanan tersebut ditujukan untuk membantu pasien yang mengalami berbagai gangguan komunikasi, seperti kesulitan berbicara, keterlambatan bicara (speech delay), gangguan bahasa, hingga kesulitan menelan. Terapi ini dapat diakses oleh semua kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Kehadiran terapi wicara menjadi solusi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Sumenep, yang membutuhkan penanganan profesional terkait gangguan komunikasi. Layanan ini ditangani oleh tenaga kesehatan kompeten, yakni Aisyah Shinta Balqis.
Direktur rumah sakit, dr. Erliyati, menjelaskan bahwa layanan terapi wicara merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif. Menurutnya, terapi ini berperan penting dalam membantu pasien meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus kualitas hidup.
Selain menangani keterlambatan bicara pada anak, layanan ini juga diperuntukkan bagi pasien dewasa, khususnya yang mengalami gangguan komunikasi akibat stroke atau gangguan neurologis lainnya. Dengan terapi yang dilakukan secara rutin dan tepat, kemampuan komunikasi pasien diharapkan dapat pulih secara bertahap.
Ia juga menyoroti masih banyaknya orang tua yang menganggap keterlambatan bicara pada anak sebagai hal biasa, sehingga penanganan sering terlambat dilakukan. Padahal, deteksi dan intervensi sejak dini sangat menentukan keberhasilan terapi.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila menemukan tanda-tanda gangguan bicara, terutama pada anak. Penanganan yang cepat dan tepat akan memberikan hasil yang lebih optimal.
Dengan hadirnya layanan terapi wicara ini, RSUD Sumenep diharapkan mampu memberikan akses layanan kesehatan yang lebih lengkap, khususnya dalam bidang rehabilitasi medik, bagi masyarakat Sumenep dan sekitarnya.

