Layanan Kesehatan Canggih Kini Dekat di Sukabumi: Empat Fasilitas Baru di RSUD Sekarwangi yang Kurangi Rujukan ke Kota Besar

Rasyiqi
By Rasyiqi - Writer, Saintific Enthusiast
2 Min Read
- Advertisement -

jfid – Pemerintah terus memperkuat infrastruktur kesehatan di daerah untuk mengurangi kesenjangan akses layanan medis. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meresmikan empat fasilitas kesehatan canggih di Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu 12 Agustus 2026. Keempat fasilitas tersebut terdiri dari laboratorium kateterisasi jantung atau Cath Lab, Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), CT Scan 64 Slices, serta Laboratorium Mikrobiologi.

Penyediaan alat kesehatan berteknologi tinggi di tingkat daerah merupakan instruksi langsung Presiden untuk menangani lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kelima penyakit tersebut meliputi stroke, jantung, kanker, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak. Presiden menugaskan Kementerian Kesehatan agar penanganan penyakit-penyakit ini dapat diselesaikan di tingkat kabupaten dan kota.

Keberadaan fasilitas canggih ini diharapkan dapat menyelesaikan 80 hingga 90 persen kasus medis masyarakat Sukabumi di lokasi. Berdasarkan data rekam medis RSUD Sekarwangi sepanjang tahun 2025, tercatat 12.556 kunjungan pasien dengan diagnosis penyakit jantung. Sebanyak 181 pasien meninggal dan 108 lainnya harus dirujuk ke luar daerah untuk tindakan Percutaneous Coronary Intervention.

Peningkatan layanan ini juga didukung oleh sinergi antara Kemenkes RI yang menyediakan peralatan utama dan Pemkab Sukabumi melalui anggaran APBD untuk pembangunan gedung penunjang. Bupati Asep Japar mengatakan masyarakat tidak perlu lagi berbondong-bondong berobat ke Bandung atau Jakarta. Sementara itu, Direktur Utama RSUD Sekarwangi dr. Asep Suherman menambahkan fasilitas ini menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan layanan jantung di wilayah tersebut.

Menkes juga menekankan pentingnya kesejahteraan tenaga kesehatan lokal. Ia meminta pemerintah daerah untuk menjaga dan memperhatikan para dokter serta tenaga medis asli daerah agar dapat bekerja dengan tenang dan fokus melayani pasien. Pemerintah menargetkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia naik dari 72 tahun menjadi 76 tahun, mendekati tingkat negara maju.

- Advertisement -
Share This Article