jfid – Beberapa pekan terakhir media sosial diramaikan oleh tren kompres es di ketiak sebagai cara mengatasi kecemasan dan overthinking. Video-video yang menampilkan metode mendinginkan ketiak dengan es batu atau kemasan es menjadi viral di TikTok dan Instagram, dengan klaim bisa menenangkan pikiran yang kacau dalam hitungan menit. Banyak pengguna mengaku langsung merasa lega setelah mencobanya, sementara lainnya mempertanyakan efektivitasnya tanpa dasar ilmiah. Namun, apakah metode sederhana ini benar-benar memiliki dasar sains atau hanya tren sesaat yang berlebihan dan berpotensi menyesatkan?
Sensasi dingin yang menusuk memang menciptakkan efek menenangkan yang tiba-tiba, seolah-olah beban pikiran yang menumpuk selama berjam-jam langsung berkurang. Psikiater sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University Riati Sri Hartini menjelaskan bahwa dingin dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang berperan dalam proses relaksasi tubuh. Ketika area ketiak yang kaya akan kelenjar getah bening dikompres dengan es, suhu yang turun memicu respons reflek yang memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi produksi hormon stres kortisol dalam hitungan detik.
Efek tersebut mirip dengan teknik grounding, di mana sensasi fisik yang kuat mengalihkan perhatian dari pikiran yang berlebihan. Namun Riati menekankan bahwa semua itu hanya bersifat sementara. Dingin memang bisa menenangkan tubuh secara fisik, tetapi tidak mengatasi akar penyebab kecemasan yang lebih dalam. Kecemasan yang berkelanjutan biasanya dipicu oleh pola pikir tidak sehat, trauma masa lalu, atau gangguan kimia otak seperti neurotransmiter serotonin dan dopamin yang tidak seimbang, yang memerlukan penanganan profesional dan tidak bisa diatasi dengan cara instan atau sederhana.
Tanpa perawatan yang tepat, gejala cemas akan kembali muncul setelah efek dingin hilang. Riati juga memperingatkan risiko cedera kulit akibat suhu ekstrem. Penggunaan es secara langsung dalam waktu lama dapat menyebabkan cold burn atau iritasi jaringan permanen. Area ketiak memiliki kulit yang cukup sensitif dan sering terkena iritasi akibat rutinitas mencukur, jadi sebaiknya gunakan kain pembungkus antara es dengan kulit, dan batasi durasi kompres hingga lima belas menit untuk menghindari kerusakan sel kulit yang lebih serius dan membahayakan.
Kecemasan yang mengganggu kualitas tidur, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari memerlukan evaluasi dari tenaga kesehatan. Gangguan kecemasan umum atau overthinking yang kronis bukan masalah yang bisa diselesaikan dengan kompres dingin saja. Penanganan yang tepat melibatkan terapi bicara kognitif yang terbukti efektif menurunkan gejala dalam kurun waktu enam sampai dua belas sesi, atau bahkan obat-obatan yang diresepkan dokter jika diperlukan. Menunda penanganan hanya akan membuat gejala semakin parah dan mengganggu fungsi sosial serta produktivitas kerja yang berkelanjutan.
Untuk mengelola stres sehari-hari dengan cara lebih berkelanjutan, ada beberapa teknik yang didukung bukti ilmiah. Latihan pernapasan dalam dengan teknik 4-7-8 atau box breathing dapat menstimulasi sistem parasimpatis tanpa risiko cedera. Cobalah hirup dalam empat hitungan, tahan selama tujuh hitungan, dan hembuskan dalam delapan hitungan. Meditasi mindfulness selama sepuluh menit setiap pagi juga terbukti mengurangi tingkat kecemasan secara signifikan. Rutin berolahraga minimal tiga puluh menit sehari, tidur yang cukup tujuh sampai delapan jam, dan mengurangi konsumsi kafein memberikan dampak jangka panjang yang lebih signifikan dibandingkan solusi instan yang hanya sementara dan tidak menyentuh akar masalah.
Membatasi paparan informasi yang memicu cemas juga menjadi langkah preventif penting. Di era digital ini, konten berita negatif dan perbandingan sosial media bisa memperparah overthinking. Menetapkan batas waktu penggunaan ponsel, terutama satu jam sebelum tidur, dapat membantu otak memulihkan keseimbangan emosional. Cobalah lakukan digital detox selama akhir pekan, ganti waktu scroll dengan membaca buku fisik atau aktivitas luar ruangan yang menenangkan seperti berkebun atau jalan-jalan di taman yang teduh.
Ketika kecemasan menetap selama beberapa minggu atau disertai serangan panik yang membuat sesak napas dan jantung berdegup kencang, segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang sesuai. Penanganan yang tepat sejak dini akan memberikan hasil yang lebih baik, baik melalui CBT maupun dengan pemberian obat-obatan apabila diperlukan. Jangan biarkan stigma terhadap kesehatan mental menghalangi Anda mendapatkan bantuan yang layak dan profesional sesegera mungkin.
Kompres es di ketiak sebenarnya tidak salah sebagai cara mandiri untuk menenangkan diri saat kondisi mulai tidak stabil. Metode ini bisa menjadi pertolongan pertama saat otak mulai kacau, asalkan dipahami sebagai alat bantu sementara. Yang penting adalah tidak menjadikannya satu-satunya jalan keluar ketika gangguan kecemasan sudah mengganggu fungsi harian. Kombinasi antara gaya hidup seimbang, teknik relaksasi yang tepat, dan dukungan profesional merupakan pendekatan yang paling efektif untuk menjaga kesehatan mental jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

