IKSPI Kera Sakti Sumenep Deklarasikan Perdamaian, 30 Bendera Perguruan Silat Warnai Gathering Akbar

Ningsih Arini
4 Min Read
IKSPI Kera Sakti Sumenep Deklarasikan Perdamaian, 30 Bendera Perguruan Silat Warnai Gathering Akbar (Ilustrasi)
IKSPI Kera Sakti Sumenep Deklarasikan Perdamaian, 30 Bendera Perguruan Silat Warnai Gathering Akbar (Ilustrasi)
- Advertisement -

SUMENEP  jf.id – Komitmen menjaga persatuan dan memperkuat kerukunan antarperguruan pencak silat di Kabupaten Sumenep ditegaskan melalui deklarasi perdamaian yang digelar Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti Cabang Sumenep, Sabtu (7/11/2026).

Deklarasi tersebut menjadi bagian dari kegiatan Gathering Akbar yang dikemas dengan sarasehan kebudayaan pencak silat serta prosesi pengesahan pemutihan anggota IKSPI Kera Sakti Sumenep tahun 2026.

Mengusung tema Sumenep Sebagai Pelopor Perdamaian Antarperguruan, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus membangun komunikasi positif di antara seluruh perguruan pencak silat.

Suasana kebersamaan semakin terasa melalui defile 30 bendera perguruan pencak silat se-Kabupaten Sumenep. Masing-masing perguruan juga menampilkan gerakan dan jurus khas sebagai bentuk pengenalan sekaligus upaya melestarikan seni bela diri tradisional.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumenep, jajaran Polresta Sumenep, Kodim 0827 Sumenep, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumenep, serta perwakilan berbagai perguruan pencak silat.

Ketua Cabang IKSPI Kera Sakti Sumenep, Rahmat Taufiq, mengatakan Gathering Akbar tersebut merupakan kegiatan perdana yang memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar mempertemukan para anggota perguruan silat.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi langkah nyata untuk menjadikan Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang mampu menjadi contoh dalam membangun perdamaian dan persaudaraan di tengah keberagaman organisasi pencak silat.

Ia menegaskan, IKSPI Kera Sakti Sumenep berkomitmen menjaga keharmonisan melalui komunikasi dan kerja sama dengan seluruh perguruan, pemerintah daerah, serta aparat keamanan.

“Kami akan terus menjaga perdamaian, memperkuat persatuan, dan merawat persaudaraan antarperguruan pencak silat. Kolaborasi dengan Kodim, Polresta Sumenep, dan pemerintah daerah juga akan terus kami bangun,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IPSI Sumenep, Santoso, memberikan apresiasi terhadap inisiatif IKSPI Kera Sakti yang telah menggelar kegiatan dengan melibatkan berbagai perguruan pencak silat.

Ia menilai kehadiran seluruh perguruan dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat persaudaraan dan kerukunan di kalangan insan pencak silat Sumenep terpelihara dengan baik.

Menurut Santoso, perbedaan organisasi bukan alasan untuk menciptakan perpecahan. Sebaliknya, keberagaman perguruan seharusnya menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan.

Bahkan, ia mencontohkan keberadaan tiga perguruan pencak silat dalam satu pondok pesantren di Sumenep sebagai bukti bahwa perbedaan dapat berjalan berdampingan dalam suasana harmonis.

Selain mendorong perdamaian, Santoso juga berharap IKSPI Kera Sakti terus meningkatkan pembinaan atlet dan memperluas penjaringan pesilat muda, khususnya dari kalangan pelajar.

Ia melihat potensi atlet di lingkungan IKSPI Kera Sakti cukup besar sehingga perlu mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan agar mampu berprestasi di berbagai kejuaraan.

Di sisi lain, Ketua Umum IKSPI Kera Sakti, Bambang Sunarja, yang turut menyaksikan prosesi pengesahan pemutihan anggota, menyampaikan kekagumannya terhadap kekompakan perguruan pencak silat di Kabupaten Sumenep.

Bambang menilai kerukunan yang ditunjukkan para pesilat merupakan pencapaian positif yang patut dipertahankan. Ia juga mengapresiasi langkah IKSPI Kera Sakti Sumenep dalam menginisiasi pertemuan besar yang mengedepankan nilai kebudayaan dan perdamaian.

Menurutnya, kebersamaan tersebut layak menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun hubungan harmonis antarkelompok perguruan pencak silat.

Ia juga mengingatkan seluruh anggota dan pendekar IKSPI Kera Sakti agar senantiasa mengedepankan sikap rendah hati serta menjadikan ilmu bela diri sebagai sarana memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Bambang menegaskan, seorang pendekar sejati bukanlah sosok yang ditakuti masyarakat, melainkan pribadi yang dicintai karena mampu menjaga sikap, menghormati sesama, dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat.

Melalui Gathering Akbar tersebut, diharapkan deklarasi perdamaian tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menjaga keamanan, persatuan, dan keharmonisan antarperguruan pencak silat di Kabupaten Sumenep.

- Advertisement -
Share This Article