SUMENEP jf.id – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak akan menggantikan peran koperasi konvensional yang telah lama berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, kedua jenis koperasi tersebut justru dapat berjalan berdampingan dan saling memperkuat perekonomian daerah.
Fauzi menjelaskan, KDMP merupakan program strategis pemerintah pusat yang saat ini masih menunggu petunjuk teknis terkait mekanisme operasionalnya. Karena itu, implementasi kegiatan usaha koperasi tersebut masih akan mengikuti regulasi yang akan diterbitkan pemerintah.
“KDMP merupakan program pemerintah pusat. Mekanisme operasionalnya masih menunggu aturan lebih lanjut, sehingga pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan,” ujar Fauzi di Sumenep, Jumat (17/7/2026).
Ia menilai, tidak ada alasan bagi koperasi konvensional untuk merasa khawatir dengan keberadaan KDMP. Selama ini, ratusan koperasi di Kabupaten Sumenep mampu menjalankan usahanya tanpa menimbulkan persaingan yang tidak sehat karena masing-masing memiliki segmen pasar dan model usaha yang berbeda.
Menurut Fauzi, setiap koperasi memiliki karakteristik dan bidang usaha tersendiri sehingga dapat berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Untuk memperkuat sektor perkoperasian, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menginstruksikan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) melakukan pendataan terhadap seluruh koperasi di wilayahnya. Inventarisasi tersebut bertujuan mengetahui jumlah koperasi yang masih aktif maupun yang sudah tidak lagi menjalankan kegiatan usaha.
Ia menegaskan, kualitas koperasi lebih penting daripada sekadar jumlahnya. Pemerintah berharap koperasi yang ada benar-benar aktif sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Selain pendataan, hasil inventarisasi juga akan menjadi dasar pemerintah dalam memberikan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing koperasi. Jika persoalan yang dihadapi berkaitan dengan kapasitas pengurus, pemerintah akan menyiapkan program peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan. Sementara apabila kendala utama berada pada aspek permodalan, dukungan pembiayaan akan dipertimbangkan.
Meski demikian, Fauzi menekankan bahwa penguatan koperasi tidak cukup hanya melalui bantuan modal. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola organisasi dinilai menjadi faktor penting agar koperasi mampu berkembang secara berkelanjutan.
Ia berharap koperasi konvensional maupun KDMP sama-sama tumbuh sehat dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Sumenep.

