Festival Tong-Tong Sumenep Masuk KEN 2026, Cak Fauzi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

Ningsih Arini
4 Min Read
Festival Tong-Tong Sumenep Masuk KEN 2026, Cak Fauzi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan (Ilustrasi)
Festival Tong-Tong Sumenep Masuk KEN 2026, Cak Fauzi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan (Ilustrasi)
- Advertisement -

SUMENEP jf.id – Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026 menjadi salah satu agenda unggulan dalam peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam (17/10/2026) tersebut sekaligus menjadi upaya melestarikan budaya lokal dan memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, hadir dalam festival yang kembali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 untuk kedua kalinya. Perhelatan itu digelar di kawasan depan Masjid Jamik Sumenep dengan menampilkan kekayaan musik tradisional Madura.

Festival tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Promosi Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, sejumlah tokoh nasional dan adat, perwakilan pemerintah daerah se-Jawa Timur, Forkopimda, anggota DPRD Sumenep, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Achmad Fauzi menyampaikan apresiasi kepada para seniman, pelaku budaya, dan masyarakat yang terus menjaga keberlangsungan kesenian tradisional Madura.

Menurutnya, masuknya Festival Musik Tong-Tong dalam kalender KEN menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia menegaskan, festival tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga merepresentasikan identitas dan warisan budaya yang perlu dijaga bersama.

“Terima kasih kepada seluruh seniman dan pelaku budaya yang konsisten melestarikan kesenian daerah. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sumenep,” ujar Cak Fauzi.

Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap penyelenggaraan festival ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas promosi budaya Madura, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Cak Fauzi juga berharap Festival Musik Tong-Tong dapat kembali masuk dalam kalender KEN pada 2027 mendatang sehingga keberadaan kesenian tradisional Madura semakin dikenal di tingkat nasional.

Selain menyoroti pelestarian budaya, Bupati Sumenep mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Jadi ke-757 sebagai sarana mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan meningkatkan semangat gotong royong.

Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah, tetapi juga dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda.

Ia menilai, sikap saling menghargai perbedaan dan meningkatkan kepedulian sosial merupakan modal penting untuk mewujudkan Sumenep yang lebih maju dan sejahtera.

“Perbedaan merupakan kekayaan yang harus kita jaga bersama. Dengan persatuan dan semangat gotong royong, kita bisa membangun Kabupaten Sumenep menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, mengapresiasi komitmen Pemkab Sumenep, khususnya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), dalam mengembangkan potensi pariwisata berbasis budaya.

Ia menyebut Festival Musik Tong-Tong sebagai wadah bagi para seniman untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

Menurut Eni, Karisma Event Nusantara merupakan program Kementerian Pariwisata yang mendukung kegiatan daerah dengan daya tarik wisata, keunggulan budaya, dan potensi ekonomi bagi masyarakat.

Ia berharap festival tersebut tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga mendorong partisipasi UMKM serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Eni turut menyampaikan bahwa pengembangan kegiatan wisata berbasis budaya diharapkan dapat membantu memperluas promosi pariwisata Indonesia, sejalan dengan target kunjungan 17,6 juta wisatawan mancanegara yang disebutkan dalam sambutannya.

Melalui Festival Musik Tong-Tong dan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep berupaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi seniman, pelaku UMKM, sektor pariwisata, dan perekonomian daerah.

- Advertisement -
Share This Article