SUMENEP jf.id — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong kesenian tradisional agar mampu berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan karakter aslinya.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menghadiri Festival Musik Tong-tong se-Madura 2026 yang digelar di Kabupaten Sumenep, Sabtu (5/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Achmad Fauzi meminta para pelaku seni tong-tong tidak berhenti melakukan pembaruan, terutama dalam mengembangkan aransemen musik dan konsep penampilan.
Menurutnya, kreativitas menjadi salah satu kunci agar musik tong-tong tetap menarik perhatian masyarakat, khususnya generasi muda.
Namun, inovasi tersebut harus tetap berpijak pada identitas budaya yang menjadi ciri khas musik tong-tong.
“Para seniman musik tong-tong agar meningkatkan kreativitas dalam setiap penampilan melalui aransemen musik yang inovatif dan menarik, namun tetap mempertahankan karakter khas musik tong-tong,” ujar Achmad Fauzi.
Ia menilai perkembangan teknologi dan perubahan selera masyarakat tidak semestinya menjadi alasan bagi kesenian tradisional untuk kehilangan jati diri.
Sebaliknya, perubahan tersebut dapat dimanfaatkan para seniman untuk menciptakan pertunjukan yang lebih atraktif sekaligus memperluas jangkauan musik tong-tong.
Achmad Fauzi juga berharap festival tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi dapat menjadi wadah bertemunya para pelaku seni untuk bertukar gagasan dan meningkatkan kualitas karya.
“Jangan sampai kehilangan jati diri musik tong-tong. Kreativitas harus menjadi kekuatan untuk membuat budaya warisan budaya tak benda Sumenep semakin dikenal,” tegasnya.
Festival Musik Tong-tong se-Madura 2026 diikuti kelompok musik dari empat kabupaten di Madura. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah tersebut sekaligus memperkuat posisi musik tong-tong sebagai salah satu kesenian tradisional yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Pemkab Sumenep berharap keberadaan festival dapat mendorong regenerasi seniman sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal dan terlibat dalam pelestarian kesenian tradisional.
Dengan memadukan kreativitas dan karakter budaya, musik tong-tong diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan masa lalu, tetapi terus berkembang dan dikenal oleh masyarakat lintas generasi.

