Rajab, Bulan yang Mengandung Rahmat dan Sejarah

Shofiyatul Millah
6 Min Read

jfid – Rajab, salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam, kembali menyapa umat Muslim di seluruh dunia.

Bulan ini memiliki banyak keutamaan dan hikmah yang bisa diambil oleh mereka yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bulan Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriyah, yang terletak antara bulan Jumadil Akhir dan Sya’ban.

Bulan ini termasuk dalam empat bulan haram, yaitu bulan yang dilarang untuk berperang dan menganiaya diri sendiri maupun orang lain.

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 36:

> Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.

Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Selain Rajab, tiga bulan haram lainnya adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Keempat bulan ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT, karena di dalamnya terdapat berbagai peristiwa dan ibadah yang penting bagi umat Islam.

Bulan Cucuran Rahmat

Salah satu keutamaan bulan Rajab adalah sebagai bulan cucuran rahmat Allah SWT kepada umat-Nya.

Bulan ini disebut sebagai bulan istighfar, yaitu memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.

Rasulullah SAW bersabda:

> Rajab adalah bulan yang agung, tidak ada bulan yang menyamainya dalam keagungan. Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulan Rasulullah, dan Ramadhan adalah bulan umatku.

Barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka sejauh satu tahun perjalanan.

Barangsiapa yang berpuasa tujuh hari, maka akan tertutup pintu-pintu neraka baginya. Barangsiapa yang berpuasa delapan hari, maka akan terbuka pintu-pintu surga baginya.

Barangsiapa yang berpuasa lima belas hari, maka akan datang suara dari langit yang mengatakan: “Allah telah mengampuni dosamu, maka perbaharuilah amalmu.” (HR. Al-Baihaqi)

Oleh karena itu, bulan Rajab adalah kesempatan yang baik untuk memperbanyak ibadah, terutama puasa sunah, yang memiliki pahala yang besar.

Selain itu, bulan ini juga dianjurkan untuk memperbanyak doa, zikir, sedekah, dan amal saleh lainnya.

Salah satu doa yang disunnahkan untuk dibaca di bulan Rajab adalah:

> اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya: Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.

Doa ini diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar bisa mencapai bulan Ramadhan, yang merupakan bulan penuh berkah dan ampunan.

Bulan Sejarah

Selain sebagai bulan rahmat, bulan Rajab juga memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi umat Islam.

Di bulan ini, terjadi peristiwa monumental yang mengubah arah peradaban Islam, yaitu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Isra’ Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina, kemudian naik ke langit untuk bertemu dengan Allah SWT.

Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab, yang juga dikenal sebagai Lailatul Mi’raj.

Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa, seperti melihat surga dan neraka, bertemu dengan para nabi dan malaikat, dan menerima perintah untuk melaksanakan shalat lima waktu.

Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah bukti kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, serta keistimewaan dan kecintaan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini juga menjadi tonggak sejarah kewajiban umat Islam untuk melaksanakan shalat, yang merupakan tiang agama.

Oleh karena itu, peringatan Isra’ Mi’raj adalah penting untuk kembali mengingatkan semangat dalam meningkatkan kualitas ibadah shalat, serta mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW dalam menjalani kehidupan.

Bulan Persiapan

Bulan Rajab juga merupakan bulan persiapan bagi umat Islam untuk menyambut bulan suci Ramadhan, yang merupakan bulan puncak ibadah dan keimanan.

Bulan Rajab adalah awal dari tiga bulan yang berurutan, yaitu Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan.

Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan bulan Rajab sebagai ajang latihan dan pembiasaan diri untuk berpuasa, berdoa, dan beramal saleh, sehingga ketika memasuki bulan Ramadhan, mereka sudah siap secara fisik, mental, dan spiritual.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin mengatakan bahwa bulan Rajab adalah bulan menanam benih, bulan Sya’ban adalah bulan menyiram tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan memetik buah.

Dengan demikian, bulan Rajab adalah awal dari proses menuju kesempurnaan.

Bulan Rajab mengandung nilai-nilai luhur yang dapat diperoleh mereka yang berniat bersungguh-sungguh meraihnya.

Meraih rahmat tanpa ada bala, meraih kemurahan Allah dan meraih kebaikannya yang tak akan pernah kering.

Share This Article