Telkom Bawa Inovasi AI ke DTI-CX 2026, OCA Jadi Solusi Cerdas Layanan Pelanggan

Rasyiqi
By Rasyiqi - Writer, Saintific Enthusiast
6 Min Read
- Advertisement -

jfid – Telkom Indonesia kembali menampilkan komitmennya dalam transformasi digital dengan menghadirkan solusi kecerdasan buatan terbaru di ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo 2026. Perusahaan ini memperkenalkan Omni Communication Assistant atau OCA, sebuah platform berbasis AI yang dirancang untuk mengelola interaksi pelanggan secara terintegrasi dan efisien.

Peluncuran ini menjadi salah satu sorotan utama di zona AI pada acara DTI-CX yang digelar di Jakarta. Acara ini menjadi panggung penting bagi Telkom untuk menunjukkan kesiapan menghadapi era digital yang semakin bergantung pada otomatisasi dan kecerdasan buatan.

Telkom menyiapkan tiga zona tematik dalam partisipasinya kali ini. Zona pertama adalah Digital Transformation Zone untuk menampilkan solusi transformasi bisnis secara menyeluruh. Zona kedua adalah AI Zone yang menjadi pusat penampilan inovasi kecerdasan buatan. Zona ketiga adalah Cyber Security Zone untuk melengkapi kebutuhan keamanan digital industri.

Di dalam AI Zone, Telkom memperkenalkan AIcosystem. Ekosistem ini menggabungkan berbagai solusi dan layanan berbasis AI untuk berbagai sektor industri mulai dari perbankan, ritel, hingga kesehatan. Telkom AI Center of Excellence berperan sebagai pusat pengembangan solusi AI yang teruji dan terstandarisasi.

Beberapa produk andalan yang ditampilkan meliputi OCA, PrivateGPT, Decision Intelligence Platform, dan AI CCTV Analytics. Masing-masing produk dirancang untuk mengatasi tantangan spesifik yang dihadapi perusahaan di era digital. Keempat solusi ini mencerminkan pendekatan holistik Telkom terhadap transformasi teknologi.

OCA menjadi produk unggulan yang mendapat perhatian khusus dari pengunjung acara tersebut. Platform ini menggunakan teknologi Generative AI dan Agentic AI untuk membantu perusahaan mengelola komunikasi dengan pelanggan. Kedua teknologi ini memungkinkan sistem tidak hanya merespons pertanyaan, tetapi juga memahami konteks dan mengambil tindakan.

Fitur utama yang ditawarkan adalah OCA Interaction. Fitur ini menggabungkan semua saluran komunikasi pelanggan ke dalam satu dasbor terpadu. Perusahaan dapat mengelola percakapan dari WhatsApp, Instagram, email, dan telepon dalam satu antarmuka terpusat.

Sistem dilengkapi dengan AI Reply, AI Translate, AI Enhance, dan AI Summary untuk mempercepat respons terhadap pelanggan. Empat fitur ini dirancang untuk mengurangi beban kerja agen manusia sekaligus meningkatkan konsistensi jawaban yang diberikan kepada pelanggan.

Selain itu, Telkom memperkenalkan OCA Automated Interaction. Fitur ini memungkinkan asisten virtual beroperasi secara mandiri. Asisten dapat mengambil tindakan sesuai dengan alur kebutuhan operasional perusahaan tanpa intervensi manusia yang berulang kali.

OCA Blast juga menjadi salah satu daya tarik utama. Fitur ini memungkinkan pengiriman pesan massal ke jutaan pelanggan secara instan. Konten yang dikirim dapat dipersonalisasi sesuai dengan karakter dan preferensi masing-masing pelanggan.

Semua kapabilitas OCA dapat diintegrasikan ke dalam sistem operasional perusahaan melalui OCA API. Pendekatan ini memastikan perusahaan dapat menyesuaikan solusi sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka tanpa mengganti infrastruktur yang sudah ada.

Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi menjelaskan bahwa DTI-CX merupakan momen strategis untuk menunjukkan kesiapan teknologi masa depan perusahaan. Menurutnya, penggunaan AI saat ini bukan lagi sekadar tren semata.

AI telah menjadi fondasi kritikal bagi setiap industri untuk meningkatkan efisiensi operasional. Penerapan teknologi ini juga diharapkan mempercepat pertumbuhan bisnis dan menciptakan pengalaman digital yang lebih responsif serta berpusat pada pelanggan.

OCA dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan berbagai kapabilitas pengelolaan interaksi pelanggan secara menyeluruh. Platform ini mengintegrasikan teknologi terbaru dalam satu sistem yang mudah digunakan oleh perusahaan di berbagai skala.

Implementasi OCA dan solusi AI lainnya sejalan dengan transformasi besar yang sedang dijalankan Telkom. Perusahaan ini membangun ekosistem digital yang adaptif untuk memenuhi kebutuhan industri serta perkembangan teknologi di masa depan.

Telkom berupaya meningkatkan produktivitas dan kualitas pengalaman pelanggan melalui adopsi teknologi yang tepat. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kebijakan dan industri menjadi kunci utama dalam mempercepat transformasi digital nasional.

DTI-CX 2026 menjadi wadah penting untuk membahas arah transformasi digital Indonesia. Acara ini mengumpulkan para pelaku industri, pemerintah, dan penyedia teknologi untuk bertukar wacana dan solusi konkret dalam mendukung kemajuan ekonomi digital.

Penerapan solusi seperti OCA diharapkan dapat mempercepat adopsi AI di kalangan perusahaan menengah dan besar. Dengan biaya implementasi yang lebih terjangkau dan integrasi yang fleksibel, teknologi ini seharusnya dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha.

Masa depan layanan pelanggan akan semakin didominasi oleh sistem cerdas yang berkelanjutan. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan perubahan ini akan mendapatkan keunggulan kompetitif yang signifikan. Telkom berharap OCA dapat menjadi bagian dari solusi itu bagi ekosistem digital Indonesia.

Platform ini juga membuka peluang bagi perusahaan startup lokal untuk mengembangkan layanan berbasis AI. Kolaborasi antara Telkom dan startup dapat mempercepat inovasi serta menciptakan ekosistem teknologi yang lebih sehat dan berkelanjutan di tanah air.

- Advertisement -
Share This Article