Ibu Harus Tau ! Cara Ampuh Untuk Melatih Fokus Anak

Shofiyatul Millah
8 Min Read
Ibu Harus Tau ! Cara Ampuh Untuk Melatih Fokus Anak
Ibu Harus Tau ! Cara Ampuh Untuk Melatih Fokus Anak

jfid – Anak-anak zaman sekarang hidup di tengah-tengah hiruk pikuk dunia yang penuh dengan gangguan dan distraksi.

Mulai dari gadget, televisi, media sosial, hingga teman-teman sebaya yang menawarkan berbagai macam aktivitas menarik.

Di sisi lain, anak-anak juga dituntut untuk belajar dan menyerap pelajaran di sekolah dengan baik.

Bagaimana cara anak-anak bisa fokus di tengah segala godaan dan tantangan tersebut?

Fokus atau konsentrasi adalah kemampuan untuk memusatkan perhatian pada suatu hal secara penuh dan terus-menerus.

Fokus merupakan keterampilan esensial yang dibutuhkan anak-anak untuk belajar dan hidup.

Fokus membantu anak-anak untuk memahami, mengingat, dan menerapkan materi pelajaran yang diajarkan.

Fokus juga membantu anak-anak untuk menyelesaikan tugas-tugas dengan efektif dan efisien.

Selain itu, fokus juga berpengaruh pada kesehatan mental dan emosional anak-anak. Anak-anak yang fokus cenderung lebih tenang, percaya diri, dan bahagia.

Namun, fokus bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya. Fokus harus dilatih dan dibiasakan sejak dini.

Menurut Public Broadcasting Service (PBS) Kids, anak usia 4 sampai 5 tahun biasanya dapat fokus dan berkonsentrasi selama 5 sampai 20 menit, tergantung tugas atau kegiatan apa yang sedang dilakukan.

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan akan fokus pada anak pun meningkat. Sayangnya, tidak sedikit anak yang mengalami kesulitan untuk tetap fokus saat mereka belajar atau sedang melakukan sesuatu.

Kadang mereka juga merasa frustasi saat diminta atau disuruh memperhatikan. Masalah fokus anak ini juga menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua.

Menurut understood.org, fokus bisa menjadi tantangan jangka pendek dan jangka panjang ketika mereka sudah dewasa.

Jika anak sulit fokus, maka hal ini membuat anak kesulitan dalam belajar dan hal itu juga dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Biasanya hal-hal yang membosankan, kurang menyenangkan atau sulit menjadi tantangan fokus mereka saat belajar.

Kesulitan berkonsentrasi dan fokus juga disebabkan karena adanya gangguan atau distraksi yang menyebabkan kehilangan fokus saat melakukan atau sedang memperhatikan sesuatu.

Menurut understood.org, kadang anak-anak sulit fokus karena ada sesuatu yang terjadi pada mereka, seperti pertengkaran dengan teman atau mengalami situasi yang penuh tekanan.

Hal lain yang membuat kesulitan untuk fokus ialah rasa lapar dan kurang tidur.

Lalu, bagaimana cara melatih fokus anak agar mereka bisa belajar dan hidup dengan lebih baik?

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membantu anak-anak agar lebih fokus:

Berlatih fokus dengan aktivitas permainan. 

Orang tua bisa mengajak anak bermain beberapa permainan yang melatih konsentrasi anak seperti permainan puzzle, rubik, menyusun balok, atau memainkan lagu “Pundak Lutut Kaki”.

Selain melatih fokus anak, permainan-permainan ini juga membantu anak untuk mempertajam daya ingat mereka dan melatih kemampuan menyelesaikan masalah.

Lakukan satu aktivitas di satu waktu. 

Orang tua sebaiknya mengajarkan anak untuk tidak melakukan multitasking, yaitu melakukan banyak hal secara bersamaan.

Multitasking dapat mengurangi konsentrasi dan fokus dan menimbulkan menurunnya kinerja.

Oleh karena itu, sebaiknya anak diminta untuk melakukan satu aktivitas di satu waktu agar mereka bisa lebih fokus.

Berikan tugas dan tanggung jawab pekerjaan rumah.

 Orang tua bisa memberikan tugas pekerjaan rumah dan bertanggung jawab melakukan hal itu sesuai jadwal yang sudah disepakati.

Menurut understood.org, anak yang mempunyai kesulitan untuk fokus, akan mendapatkan manfaat dari memiliki tanggung jawab atas pekerjaan rumah.

Namun pastikan orang tua memilih tugas yang tidak sulit untuk dilakukan mereka. Misalnya, membantu mencuci piring, menyapu lantai, atau membereskan mainan.

Berlatih pernafasan. 

Orang tua bisa mengajarkan anak untuk menarik napas panjang dan dalam saat mereka menghadapi situasi yang sulit dan tidak bisa fokus.

Menurut Public Broadcasting Service (PBS) Kids, dengan pernafasan diafragma yang stabil, detak jantung akan melambat dan dapat menjernihkan pikiran sehingga kita dapat fokus dan berkonsentrasi kembali.

Keterampilan ini merupakan salah satu strategi untuk menenangkan tubuh saat dihadapi kecemasan.

Mencoba mindfulness 

Mindfulness adalah kemampuan untuk memfokuskan perhatian sepenuhnya pada apa yang terjadi saat ini.

Dengan mencoba berlatih mindfulness, kita akan merasa lebih tenang, lebih fokus dan mampu lebih berkonsentrasi.

Menurut Jurnal Longitudinal Factorial Invariance of a Brief Measure of Affect and Calm Focus, Kondisi mindfulness dapat menjadi tenang dan fokus,sehingga berpotensial meningkatkan pembelajaran dan perilaku pada anak.

Orang tua bisa mengajak anak untuk melakukan mindfulness dengan cara meditasi, yoga, atau sekadar memperhatikan sensasi tubuh dan napas.

Membagi tugas menjadi beberapa bagian 

Orang tua bisa membantu anak untuk mempermudah dan tidak menunda untuk memulai mengerjakan tugas dengan cara membagi tugas menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan mudah.

Menurut Public Broadcasting Service (PBS) Kids, strategi yang disebut dengan strategi “sedikit demi sedikit” ini bermanfaat untuk membangun konsentrasi dengan menggunakan pengatur waktu untuk membantu anak-anak mengatur diri mereka sendiri.

Contohnya, orang tua bisa memberikan buku tentang bunga kepada anak, berikan waktu selama 15 menit untuk membaca buku tersebut setelah itu minta mereka menuliskan atau menjelaskan tentang bunga atau fakta seputar bunga.

Penuhi nutrisi dan pastikan anak cukup tidur

 Orang tua juga harus memperhatikan asupan nutrisi dan waktu tidur anak. Nutrisi yang baik dapat membantu otak anak berkembang dan berfungsi dengan optimal.

Orang tua bisa memberikan makanan yang mengandung omega-3, vitamin B, zat besi, dan protein yang baik untuk kesehatan otak.

Selain itu, orang tua juga harus memastikan anak tidur cukup dan berkualitas. Kurang tidur dapat menyebabkan anak lelah, lesu, dan sulit fokus.

Menurut American Academy of Pediatrics, anak usia 3-5 tahun membutuhkan waktu tidur sekitar 10-13 jam per hari, sedangkan anak usia 6-12 tahun membutuhkan waktu tidur sekitar 9-12 jam per hari.

Fokus anak adalah kunci sukses belajar dan hidup. Orang tua memiliki peran penting untuk melatih fokus anak sejak dini.

Dengan cara-cara di atas, orang tua bisa membantu anak agar lebih fokus dan berkonsentrasi.

Jika anak menunjukkan perbaikan kecil untuk bisa kembali fokus, jangan lupa berikan pujian atas kerja keras mereka, karena hal itu dapat membangun rasa percaya diri mereka dan akan termotivasi untuk menjadi lebih baik.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article