RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Catat Mayoritas Indikator Mutu Lampaui Target pada Semester I 2026

Ningsih Arini
3 Min Read
RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Catat Mayoritas Indikator Mutu Lampaui Target pada Semester I 2026 (Ilustrasi)
RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Catat Mayoritas Indikator Mutu Lampaui Target pada Semester I 2026 (Ilustrasi)
- Advertisement -

SUMENEP jf.id  – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mencatat capaian positif dalam evaluasi mutu pelayanan kesehatan selama Semester I Tahun 2026. Berdasarkan hasil pemantauan indikator mutu rumah sakit, sebagian besar indikator pelayanan berhasil memenuhi bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.

Publikasi capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menerapkan transparansi pelayanan sekaligus memastikan peningkatan kualitas layanan dilakukan secara berkelanjutan.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, mengatakan pemantauan indikator mutu merupakan instrumen penting untuk mengukur efektivitas pelayanan sekaligus menjadi dasar evaluasi di setiap unit kerja.

“Melalui pemantauan indikator mutu rumah sakit, kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan pasien, serta kepuasan masyarakat,” ujar Erliyati, Selasa (14/7/2026).

Pada Triwulan II 2026 atau periode April–Juni, tingkat kepatuhan penerapan Clinical Pathway mencapai 93,28 persen. Sementara upaya pencegahan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap mencatat tingkat kepatuhan sebesar 95,14 persen.

Di sektor pelayanan publik, kecepatan penanganan pengaduan masyarakat juga menunjukkan kinerja yang baik dengan tingkat respons mencapai 89,76 persen. Capaian tersebut mencerminkan keseriusan rumah sakit dalam menindaklanjuti setiap keluhan maupun masukan dari pasien.

Untuk indikator pelayanan prioritas, tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) berada pada angka 76,85 persen, sedangkan rata-rata lama perawatan pasien (Average Length of Stay/ALOS) tercatat 5,32 hari.

Pada pelayanan farmasi, rata-rata waktu penyediaan obat racikan mencapai 18,45 menit, sedangkan obat nonracikan 26,32 menit. Adapun ketepatan jadwal tindakan operasi berhasil mencapai 92,67 persen.

Sementara itu, capaian Triwulan I 2026 juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Penggunaan Formularium Nasional mencapai 95,28 persen, pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium kritis sebesar 93,62 persen, serta kepatuhan jam visite dokter spesialis mencapai 87,45 persen.

Selain itu, edukasi kepada pasien tercatat sebesar 90,17 persen, kepatuhan kebersihan tangan mencapai 96,34 persen, ketepatan pelaporan hasil laboratorium berada di angka 92,58 persen, sedangkan persentase spesimen laboratorium yang ditolak hanya 1,42 persen.

Menurut Erliyati, seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh tenaga kesehatan dan jajaran rumah sakit dalam membangun budaya mutu pelayanan.

“Setiap indikator bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan komitmen seluruh SDM rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi kepada pasien. Budaya mutu akan terus kami perkuat agar kualitas layanan semakin meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, evaluasi indikator mutu akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan di setiap unit pelayanan.

Menurutnya, publikasi hasil evaluasi tersebut juga menjadi bentuk akuntabilitas kepada masyarakat bahwa RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berkualitas sesuai standar pelayanan rumah sakit.

- Advertisement -
Share This Article