Ritual Tatorbangan di Torbang Jadi Upaya Merawat Tradisi dan Kearifan Lokal

Ningsih Arini
3 Min Read
Ritual Tatorbangan di Torbang Jadi Upaya Merawat Tradisi dan Kearifan Lokal (Ilustrasi)
Ritual Tatorbangan di Torbang Jadi Upaya Merawat Tradisi dan Kearifan Lokal (Ilustrasi)
- Advertisement -

SUMENEP jf.id – Pemerintah Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, bersama masyarakat setempat menggelar Tatorbangan Ritual Culture 2026 sebagai upaya mempertahankan tradisi leluhur dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Torbang, Sabtu (12/9/2026) malam, menjadi salah satu bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga keberadaan adat dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Torbang dan masyarakat yang terus menjaga tradisi leluhur tersebut.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Tradisi seperti Ritual Tatorbangan merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terjaga dan lestari. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” ujar Fauzi.

Ia berharap generasi muda turut mengambil peran dalam mempertahankan adat dan tradisi daerah. Dengan demikian, warisan budaya leluhur tidak tergerus perkembangan zaman dan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjut Fauzi, mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang bertujuan menjaga budaya serta kearifan lokal sebagai bagian dari identitas daerah.

“Kami mendukung berbagai upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat. Ini merupakan kekayaan budaya yang perlu terus dijaga dan dirawat sebagai identitas daerah,” katanya.

Dalam pelaksanaan Tatorbangan Ritual Culture 2026, masyarakat juga menyerahkan air suci dan hasil bumi dari enam dusun di Desa Torbang kepada Bupati Sumenep dan Kepala Desa Torbang Muzanni.

Kepala Desa Torbang Muzanni menjelaskan, penyerahan hasil bumi tersebut merupakan bentuk penghormatan dan pengabdian masyarakat kepada pemerintah sekaligus ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian yang diperoleh sepanjang tahun.

“Penyerahan hasil pertanian ini sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian masyarakat kepada pemerintah, sekaligus ungkapan syukur atas hasil bumi yang mereka nikmati sepanjang tahun,” ujar Muzanni.

Ia berharap tradisi Tatorbangan dapat terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Selain menjaga nilai-nilai budaya, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat persatuan, kebersamaan, serta semangat gotong royong masyarakat.

“Kegiatan ini selain melestarikan dan merawat tradisi, juga menjadi wadah silaturahmi masyarakat Desa Torbang dalam rangka membangun desa bersama-sama,” pungkasnya.

- Advertisement -
Share This Article