Tsunami di Jepang: Kisah Dua Kota yang Bertahan dari Gelombang Raksasa

Shofiyatul Millah By Shofiyatul Millah
6 Min Read
Kado Tahun Baru 2024 Dimulai dengan Gempa Bumi di Berbagai Negara: Ini Penjelasan Ilmuan
Kado Tahun Baru 2024 Dimulai dengan Gempa Bumi di Berbagai Negara: Ini Penjelasan Ilmuan

jfid – Toyama dan Kanazawa adalah dua kota yang terletak di pantai barat Pulau Honshu, Jepang. Kedua kota ini memiliki sejarah, budaya, dan keindahan alam yang kaya.

Namun, pada tanggal 1 Januari 2024, kedua kota ini menghadapi ancaman yang mengerikan: tsunami.

Tsunami itu dipicu oleh gempa bumi berkekuatan 7,5 skala Richter yang terjadi di lepas pantai Prefektur Ishikawa, sekitar 300 kilometer dari Toyama dan Kanazawa.

Gempa itu terjadi pada pukul 16.10 waktu setempat, dan segera disusul oleh peringatan tsunami dari Badan Meteorologi Jepang (JMA).

JMA memprediksi bahwa tsunami bisa mencapai ketinggian hingga 3 meter di beberapa wilayah, termasuk Toyama dan Kanazawa.

JMA juga mengimbau masyarakat untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan menjauh dari pantai.

Namun, berbeda dengan bencana tsunami yang melanda Jepang pada tahun 2011, kali ini tidak terjadi kerusakan yang parah di Toyama dan Kanazawa.

Berkat sistem peringatan dini, infrastruktur yang tangguh, dan kesadaran masyarakat yang tinggi, kedua kota ini berhasil bertahan dari gelombang raksasa.

Sistem Peringatan Dini yang Canggih

Salah satu faktor yang membantu Toyama dan Kanazawa menghindari bencana adalah sistem peringatan dini yang canggih.

Jepang memiliki jaringan sensor gempa dan tsunami yang tersebar di seluruh wilayahnya, termasuk di dasar laut.

Sensor-sensor ini dapat mendeteksi getaran dan perubahan tingkat air laut dengan cepat dan akurat.

Saat terjadi gempa, sensor-sensor ini akan mengirimkan data ke pusat pengendali JMA, yang kemudian akan menganalisis dan mengumumkan informasi gempa dan tsunami melalui berbagai media, seperti televisi, radio, internet, telepon seluler, dan sirene.

Informasi ini mencakup lokasi, kekuatan, kedalaman, dan waktu gempa, serta potensi, ketinggian, waktu tiba, dan arah tsunami.

Dengan sistem peringatan dini ini, masyarakat Toyama dan Kanazawa memiliki waktu yang cukup untuk bereaksi dan mengambil langkah-langkah perlindungan.

Mereka juga dapat memantau perkembangan situasi melalui media yang tersedia.

Infrastruktur yang Tangguh

Faktor lain yang membantu Toyama dan Kanazawa menghindari bencana adalah infrastruktur yang tangguh.

Jepang memiliki standar konstruksi yang ketat untuk bangunan dan fasilitas publik, terutama di daerah rawan gempa dan tsunami.

Bangunan dan fasilitas publik di Jepang harus mampu menahan getaran dan tekanan yang diakibatkan oleh gempa dan tsunami.

Selain itu, Jepang juga memiliki berbagai jenis struktur pelindung yang dapat mengurangi dampak tsunami, seperti tanggul, tembok, pintu air, dan hutan mangrove.

Struktur-struktur ini dapat menghalangi, memecah, atau mengurangi kecepatan dan ketinggian gelombang tsunami.

Di Toyama dan Kanazawa, struktur pelindung ini telah dibangun di sepanjang garis pantai, terutama di daerah padat penduduk dan penting secara ekonomi.

Struktur pelindung ini berhasil menghambat sebagian besar gelombang tsunami yang mencapai kedua kota ini, sehingga kerusakan yang terjadi tidak signifikan.

Kesadaran Masyarakat yang Tinggi

Faktor terakhir yang membantu Toyama dan Kanazawa menghindari bencana adalah kesadaran masyarakat yang tinggi.

Jepang memiliki tradisi dan budaya yang menghormati dan menghargai alam, termasuk gempa dan tsunami.

Masyarakat Jepang menyadari bahwa mereka hidup di daerah yang rentan terhadap bencana alam, dan mereka harus siap menghadapinya.

Masyarakat Jepang juga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk menghadapi gempa dan tsunami.

Mereka belajar tentang gempa dan tsunami sejak dini di sekolah, dan mereka sering melakukan latihan dan simulasi bencana.

Mereka juga mengetahui cara-cara untuk melindungi diri dan orang lain saat terjadi gempa dan tsunami, seperti berlindung di bawah meja, mematikan sumber api, mengenakan helm, mengikuti petunjuk otoritas, dan membantu sesama.

Di Toyama dan Kanazawa, masyarakat menunjukkan kesadaran yang tinggi saat terjadi gempa dan tsunami. Mereka tidak panik, tetapi tetap tenang dan berhati-hati.

Mereka mengikuti peringatan dan instruksi dari JMA dan pemerintah setempat, dan segera mengungsi ke tempat yang aman. Mereka juga saling membantu dan berbagi informasi dengan sesama.

Dua Kota yang Bertahan dari Gelombang Raksasa

Toyama dan Kanazawa adalah dua kota yang bertahan dari gelombang raksasa yang dipicu oleh gempa bumi berkekuatan 7,5 skala Richter.

Kedua kota ini menunjukkan bahwa dengan sistem peringatan dini yang canggih, infrastruktur yang tangguh, dan kesadaran masyarakat yang tinggi, bencana alam dapat diminimalisir dan diatasi.

Kedua kota ini juga menunjukkan bahwa meskipun gempa dan tsunami adalah fenomena alam yang tidak dapat dicegah, manusia dapat beradaptasi dan berkoordinasi dengan alam.

Dengan demikian, Toyama dan Kanazawa tidak hanya menjadi contoh kota yang tangguh, tetapi juga kota yang harmonis.

Share This Article