Dewi Bulan dan Lukman Doloksaribu: Dua Wajah Penghina Allah dan Nabi yang Berbeda

ZAJ
By ZAJ
4 Min Read
Dewi Bulan Dan Lukman Doloksaribu: Dua Wajah Penghina Nabi Yang Berbeda
Dewi Bulan Dan Lukman Doloksaribu: Dua Wajah Penghina Nabi Yang Berbeda

jfid – Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, dunia maya dihebohkan oleh dua kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh dua orang yang berbeda latar belakang, motif, dan cara.

Mereka adalah Lukman Doloksaribu dan Dewi Bulan, seorang wanita asal Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat.

Dalam video tersebut, ia mengeluarkan berbagai pernyataan yang menjelekkan Nabi Muhammad SAW, seperti mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang pembohong, penipu, pembunuh, pemerkosa, dan penyembah berhala.

Ia juga mengatakan bahwa Al-Quran adalah kitab palsu yang ditulis oleh manusia, dan bahwa Islam adalah agama sesat yang harus diberantas.

Video tersebut sontak menuai reaksi keras dari umat Islam, baik di dalam maupun luar negeri. Berbagai ormas Islam, seperti MUI, FPI, NU, Muhammadiyah, dan lain-lain, mengutuk keras pernyataan Lukman Doloksaribu dan menuntut agar ia diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Mereka juga menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Parkindo dan rumah Lukman Doloksaribu, serta mengajukan laporan polisi terhadapnya.

Sementara itu, Lukman Doloksaribu sendiri tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya. Ia malah membela diri dengan mengatakan bahwa ia hanya menyampaikan pendapatnya sebagai seorang Kristen, dan bahwa ia tidak takut dengan ancaman apapun.

Ia juga mengklaim bahwa ia memiliki banyak bukti dan saksi yang mendukung pernyataannya, dan bahwa ia siap menghadapi proses hukum.

Menurut beberapa analis, motif Lukman Doloksaribu melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW adalah untuk menarik perhatian publik dan meningkatkan popularitas Parkindo, yang merupakan partai Kristen tertua di Indonesia, namun sudah lama tenggelam.

Selain itu, ia juga diduga memiliki dendam pribadi terhadap Islam, karena pernah mengalami diskriminasi dan kekerasan saat masih menjadi mahasiswa di Bandung.

Sedangkan Dewi Bulan adalah seorang wanita yang mengaku sebagai mantan Muslimah yang murtad dan menjadi ateis. Ia tinggal di Amerika Serikat bersama suaminya yang juga seorang ateis.

Ia dikenal sebagai seorang yang aktif membuat video di media sosial, khususnya YouTube, yang berisi tentang kritik dan hinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Pada 27 November 2021, ia mengunggah sebuah video yang berjudul “Tantangan untuk Allah”. Dalam video tersebut, ia menantang Allah SWT untuk menghancurkan hidupnya dalam waktu satu bulan, jika benar-benar ada dan berkuasa.

Ia juga menghina Nabi Muhammad SAW dengan mengatakan bahwa beliau adalah seorang buta huruf yang tidak bisa membaca dan menulis, dan bahwa Al-Quran adalah kitab yang tidak ada nilainya.

Video tersebut juga menimbulkan kemarahan dari umat Islam, yang menganggapnya sebagai sebuah penghujatan yang tidak bisa ditolerir.

Banyak netizen yang melaporkan akun Dewi Bulan dan meminta agar video tersebut dihapus dari YouTube. Beberapa juga mengirimkan komentar dan pesan yang mengancam dan mengutuk Dewi Bulan.

Namun, Dewi Bulan juga tidak peduli dengan reaksi umat Islam. Ia malah merespons dengan mengatakan bahwa ia tidak takut dengan Allah dan umat Islam, dan bahwa ia akan terus membuat video yang mengkritik dan menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Ia juga mengatakan bahwa ia memiliki hak untuk menyuarakan pendapatnya sebagai seorang ateis, dan bahwa ia tidak percaya dengan adanya Tuhan dan hari akhir.

Menurut beberapa analis, motif Dewi Bulan melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW adalah untuk mencari sensasi dan mendapatkan penghasilan dari YouTube, yang merupakan sumber utama pendapatannya.

Selain itu, ia juga diduga memiliki trauma dan kekecewaan terhadap Islam, karena pernah mengalami penganiayaan dan perceraian dari suami pertamanya yang seorang Muslim.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email [email protected]

Share This Article