Naik ke Ketinggian Jakarta, Restoran Baru di Lantai 100 yang Wajib Dicoba

Deni Puja Pranata
47 Min Read
- Advertisement -

jfid – Jakarta terus membuktikan bahwa lanskap kulinerya tidak hanya berpusat di jalanan, tetapi juga merambah ke puncak-puncak gedung pencakar langit. Restoran Akira Back yang baru saja buka di lantai 100 Autograph Tower, Thamrin Nine, menawarkan pengalaman bersantap yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia.

Sensasi makan di ketinggian seratus meter di atas permukaan kota memang sudah dikenal di beberapa metropolitan dunia, namun menghiasinya dengan sentuhan kuliner Jepang-Korea kontemporer merupakan langkah inovatif. Suasana di dalam restoran dirancang untuk menciptakan keintiman, dengan hanya 52 kursi di ruang utama dan satu ruang privat untuk delapan orang. Pemandangan Jakarta yang terhampar di bawah menjadi latar belakang yang sempurna untuk setiap suapan.

Konsep kuliner yang ditawarkan memadukan presisi Jepang dan keberanian rasa Korea. Chef Akira Back, yang pernah berkarier sebagai atlet snowboard profesional sebelum akhirnya meniti dunia gastronomi, membawa filosofi “Celebrate Life” ke setiap hidangan. Menu andalan seperti AB tuna pizza dengan umami aioli dan white truffle oil, atau 48-hour short rib yang membutuhkan kesabaran tinggi dalam proses pemasakan, menjadi bukti bahwa teknik klasik bisa diolah menjadi sesuatu yang spectuler.

Keberanian berinovasi juga terlihat dari pilihan bahan baku. Restoran tidak ragu menggunakan truffle, micro shiso, dan rempah-rempah impor untuk menciptakan harmoni rasa yang kompleks namun tetap bersahabat di lidah. Pencuci mulut berupa truffle ice cream pizza menutupi setiap pengalaman bersantap dengan kejutan manis yang tak terduga.

Interior restoran memadukan estetika modern dengan elemen hangat. Material kayu oak, pencahayaan berlapis, dan jendela kaca besar memungkinkan setiap tamu menikmati panorama tanpa halangan. Desain ini jelas tidak sekadar untuk estetika, tetapi juga untuk menciptakan kenyamanan psikologis di tengah kota yang padat.

Program minuman di sini tidak kalah penting. Sommelier merancang daftar anggur yang berfokus pada produksi lokal dan internasional, dengan beberapa pilihan yang secara khusus dipilih untuk melengkapi hidangan laut dan daging. Untuk yang lebih kasual, tersedia juga handcrafted cocktails terinspirasi oleh rasa Asia, seperti yuzu gin dan campuran berbasis soju.

Perjalanan panjang Chef Back dari atlet musim salju hingga meraih bintang Michelin adalah kisah yang menginspirasi. Ia membuka restoran pertama di Las Vegas pada 2008, lalu memperluas jangkauan ke Tokyo, New York, dan kota-kota besar lainnya. Kembalinya ke Jakarta pada 2014 dan kini 2026 membuktikan bahwa keyakinannya terhadap pasar kuliner Indonesia tidak pernah pudar.

Bagi pecinta kuliner yang ingin merasakan atmosfer without rush, reservasi menjadi kunci utama. Karena kapasitas terbatas, restoran hanya menerima tamu yang telah mendaftar sebelumnya, terutama untuk slot makan malam di akhir pekan. Waktu terbaik untuk datang adalah menjelang matahari terbenam, ketika langit Jakarta berubah warna dan lampu kota mulai berkedip.

Harga di sini jelas berada di kategori menengah ke atas, layaknya fine dining di kawasan Sudirman atau SCBD. Namun yang membedakan adalah nilai pengalaman yang ditawarkan. Anda tidak hanya membayar untuk rasa, tetapi juga untuk lokasi, panorama, dan cerita yang menyelimuti setiap sudut ruangan.

Investasi jangka panjang adalah kata yang tepat untuk menggambarkan komitmen Akira Back terhadap Indonesia. Chef Back pertama kali masuk ke pasar kuliner Jakarta pada 2014, dan kini hadir kembali dengan ruang yang lebih ambisius. Business Director Adhya Group menegaskan bahwa tujuan mereka bukan sekadar membuka restoran, tetapi membangun sesuatu yang berkelanjutan di industri hospitality kelas dunia.

Evolusi fine dining di Indonesia telah melalui fase yang cukup panjang, dari rumah makan Eropa klasik yang eksklusif hingga fusion kontemporer yang berani mencampur teknik Barat dan Timur. Akira Back hadir membuktikan bahwa kota Jakarta sudah siap menyambut standar global tanpa kehilangan identitas lokal. Restoran ini bukan hanya tempat makan, melainkan simbol bagaimana Indonesia memasuki era hospitality yang matang.

Kode dress code yang berlaku adalah smart casual. Anda bebas mengenakan celana panjang dan kemeja, namun hindari sandal jepit atau pakaian terlalu santai. Bagi yang ingin mengabadikan momen, restoran menyediakan sudut-sudut foto yang天然 indah, terutama di area jendela dengan latar kota. Pelayanan di sini juga sangat atentif, dengan rasio staf terhadap tamu yang menjaga kenyamanan tanpa membuat kita merasa terbebani.

Lokasi Autograph Tower sendiri merupakan bagian dari megaproject Thamrin Nine yang menggabungkan perkantoran, hotel, dan ruang komersial. Keberadaan restoran di sini bukan sekadar pilihan bisnis, tetapi juga bagian dari strategi menjadikan Jakarta sebagai pusat gastronomi Asia Tenggara.

Jakarta kini memiliki destinasi baru yang menjawab hasrat masyarakat akan pengalaman bersantap yang autentik sekaligus spectuler. Dari ketinggian lantai 100, Akira Back mengajak kita melihat kota dari perspektif berbeda, sambil menikmati hidangan yang lahir dari perjalanan panjang seorang chef visioner.

Jika Anda masih mencari tempat makan yang benar-benar berbeda untuk momen spesial, catat di daftar. Restoran ini beroperasi setiap hari dengan layanan dinner yang dimulai dari pukul enam sore. Jangan lewatkan kesempatan untuk merayakan hidup dari titik tertinggi kota ini. Dengan kombinasi lokasi strategis, menu kreatif, dan layanan prima, Akira Back di lantai 100 Autograph Tower layak menjadi bagian dari daftar kuliner wajib Anda tahun ini.

- Advertisement -
Share This Article