jfid – Menjadi seorang ibu sering kali diibaratkan sebagai superhero yang harus hadir di berbagai tempat sekaligus. Mulai dari mengurus keluarga, mendampingi anak belajar, menyiapkan makanan, hingga menangani berbagai tanggung jawab rumah tangga, peran ibu tidak pernah benar-benar berakhir. Namun, balik keluar, tubuh dan pikiran manusia memiliki batas stamina yang tidak bisa terus-menerus ditingkatkan tanpa jeda. Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa perempuan yang menanggung banyak peran memiliki risiko kelelahan emosional dua kali lebih tinggi dibanding perempuan dengan peran yang lebih terstruktur.
jfid – World Health Organization mendefinisikan self-care sebagai kemampuan individu, keluarga, dan masyarakat untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan, baik dengan maupun tanpa dukungan tenaga medis. Definisi ini menekankan bahwa merawat diri bukan sekadar aktivitas mewah di spa atau liburan mahal, melainkan serangkaian kebiasaan sehat yang konsisten dilakukan sehari-hari. WHO mencantumkan tujuh pilar utama self-care, yaitu pengetahuan kesehatan, kebiasaan makan seimbang, aktivitas fisik secara teratur, manajemen stres yang sehat, hubungan sosial yang mendukung, perilaku higienis, dan kualitas tidur yang cukup.
jfid – Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan bahwa perempuan yang menjalankan berbagai peran dalam pekerjaan dan keluarga dapat menghadapi tekanan psikososial apabila dukungan yang diterima tidak memadai. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kelelahan emosional, gangguan tidur, sakit kepala, nyeri otot, penurunan konsentrasi, hingga ketegangan dalam hubungan keluarga apabila berlangsung terus-menerus. Jika dibiarkan tanpa penanganan, gejala-gejala ini bisa berkembang menjadi depresi klinis dan gangguan kecemasan yang memerlukan perawatan medis khusus. Studi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia membuktikan bahwa ibu rumah tangga yang jarang beristirahat memiliki kadar hormon kortisol yang lebih tinggi dan tekanan darah yang lebih tinggi secara signifikan.
jfid – Menurut Umi Fitri dalam dialog Jendela Keluarga Pro 4 RRI Padang, langkah awal melakukan self-care dapat dimulai dengan mengenali tanda-tanda yang muncul dari dalam diri, salah satunya ketika tubuh mulai mengalami kelelahan. Ia menekankan bahwa ibu tidak harus selalu melakukan aktivitas yang rumit untuk merawat dirinya sendiri. Hal sederhana seperti duduk sejenak sambil menikmati kopi atau teh dengan tenang dan mengambil waktu untuk bernapas dapat menjadi bentuk self-care ketika tubuh membutuhkan jeda.
jfid – Bukti ilmiah dari berbagai penelitian di jurnal kesehatan global mendukung klaim tersebut. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Psychiatry menemukan bahwa self-care konsisten menurunkan skor depresi sebesar 30 persen pada perempuan usia produktif. Meta-analysis lain dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa istirahat singkat yang teratur dapat meningkatkan fungsi kognitif hingga 25 persen dan mengurangi kadar kortisol, hormon stres, secara signifikan dalam waktu empat minggu.
jfid – Komunikasi dengan keluarga dapat menjadi salah satu bentuk dukungan ketika seorang ibu mulai merasa kewalahan menjalankan berbagai tanggung jawab. Kemenkes merekomendasikan agar pembagian tanggung jawab dibicarakan dengan pasangan atau anggota keluarga serta mendorong seseorang meminta bantuan sebelum merasa sangat kewalahan. Penelitian dari Universitas Indonesia juga membuktikan bahwa keluarga yang memiliki komunikasi terbuka memiliki tingkat kelelahan emosional yang lebih rendah dibanding keluarga dengan komunikasi tertutup.
jfid – WHO menjelaskan bahwa stres merupakan respons alami terhadap situasi yang menantang, tetapi tekanan yang terlalu berat dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental, termasuk menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, sakit kepala, maupun keluhan tubuh lainnya. Karena itu, kemampuan mengelola stres dan mencari dukungan ketika kesulitan mengatasinya menjadi bagian penting dari menjaga kesejahteraan. Beberapa teknik yang terbukti ilmiah meliputi meditasi mindfulness selama delapan minggu, jurnal refleksi harian, dan latihan pernapasan dalam-dalam.
jfid – Self-care bagi ibu pada akhirnya bukan tentang meluangkan waktu untuk diri sendiri dengan mengabaikan keluarga, melainkan memberi kesempatan kepada tubuh dan pikiran untuk pulih agar dapat kembali menjalankan peran dengan lebih baik. Rehat sejenak, berbicara dengan pasangan, meminta bantuan keluarga, tidur cukup, melakukan aktivitas yang disukai, atau sekadar menikmati minuman dengan tenang dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga keseimbangan.
jfid – Pesan yang mengemuka dari dialog Jendela Keluarga Pro 4 RRI Padang tersebut adalah ibu tidak harus selalu terlihat kuat untuk disebut mampu menjalankan perannya. Mengenali tanda kelelahan, memberi ruang untuk beristirahat, dan berani mengatakan saya butuh bantuan justru dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap diri sendiri sekaligus keluarga. Self-care yang konsisten akan membuat ibu lebih sehat mental, lebih sabar dalam menghadapi konflik, dan lebih mampu menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis. Ketika ibu bahagia dan sehat, seluruh keluarga akan merasakan dampak positifnya. Dengan demikian, self-care bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan pokoh yang harus dipenuhi agar ibu tetap berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.
Anda juga akan membaca..
- Advertisement -

