Ketika Dunia Senyap

Rasyiqi
By Rasyiqi
5 Min Read

jfID – Penting untuk kita memahami yang namanya “counter part” didalam bernegara. Misalnya anda menjadi presiden, sedang melaksanakan kunjungan kenegaraan ke sebuah negara. Maka presiden sisi seberang kepala negara bisa perdana menteri, bisa presiden yang sejajar yang menjadi conter part anda.

Lalu dalam kesempatan itu kita membawa serta kabinet admintrasi kita, kita perkenalkan : Wakil presiden, dengan wakil presiden. Panglima dengan panglima, menteri pertahanan dengan menteri pertahanan, menteri kordinator dengan…ehmm, dengan siapa ya? Wah ilmu saya cetek banget nih..dengan siapa ya counter partnya? Ehmm..mikir gue? 😉

Ok, berhubung kita bodo, kita males mikirin, kita lanjut aja deh.

Tiongkok baru saja membuat armada ke 6 dalam militer mereka, dimana Tiongkok me-mirror persis armada ter anyar dari pentagon yaitu Space Army armada pecahan us air force. Seperti halnya marinir dan cost guard dari Navy.

Menjadikan 6 kekuatan militer Amerika dan China saat ini. Hal ini akan sulit di fahami kalau militer sebuah negara masih tradisional dengan 3 angkatan saja.

Maka pernyataan di dalam dokumen si bossman di tahun 2018 yang mengatakan ketika Amerika dan China berperang maka yang ditakuti adalah perang armada ke 6 ini. si sontoloyo bukan di hujat tapi di goblok goblokin.

Sebagaimana dongeng dimana si sontoloyo ini mengatakan bahwa perang armada ke enam adalah saling tembak satelit, drone, radar!

Itu semua membuat dunia gelap informasi. Sosmed bubrah, internet ambyar, transaksi keuangan hancur, dunia digital jadi senyap, bursa dunia rontok!

Dunia kembali seperti 150 tahun yang lalu! Sebelum kata hallo didengar oleh Alexander Graham Bell dari kejauhan.

Apakah Indonesia siap untuk menghadapi dan melewati masa itu? Sudah punya antisipasinya? Masih menganggap khayalan informasi seperti begini?

Kita lanjutkan dengan informasi yang lebih detail lagi, setuju?

Trump akan menyatakan PILPRES November dibatalkan!, negara dalam keadaan darurat perang. Dimana Trump sebagai commander in chief Bisa menyatakan negara dalam keadaan perang, darurat militer diterapkan.

Saat ini Trump sudah bersih-bersih Pentagon yang pro demokrat dan globalis sudah di bersihkan!

Banyak pihak terutama partai Demokrat dan para elit Globalist Cabal mengatakan bahwa Trump TIDAK BISA MENUNDA pemilu November mendatang karena harus melalui keputusan kongres yang notabene kongres didominasi Partai Demokrat.

Tentu saja mayoritas Kongres akan bersikukuh agar pemilu November mendatang tetap dilaksanakan, namun dengan cara proxy ballot lewat email.

Trump paham bahwa jika proxy ballot melalui email November mendatang dilakukan, maka dia yakin perolehan suaranya dan dukungan partai Republik akan sangat dirugikan karena partai Demokrat akan melakukan berbagai kecurangan.

Indikasi sementara menunjukan kecurangan Partai Demokrat ini akan didukung oleh Partai Komunis Cina.

Info inteligen beberapa hari lalu menunjukkan bahwa pembakaran dokumen dimalam hari menyusul ditutupnya konsulat China di Huston diduga upaya Partai Komunis China untuk memusnahkan barang bukti proxy ballot palsu tersebut, dimana akan digunakan pada pemilu November mendatang.

Kartu kertas suara yang telah di coblos dan surat lainnya telah banyak di manupulasi di konsulat China di houston tersebut.

Tiongkok serius melakukan operasi intelijen dengan mendukung partai Demokrat, walau dengan cara main data dan manipulasi ballot.

Trump tetap akan mengunakan kantor post, dan ini sudah dikuasainya namun opsi pertamanya tetap seperi FDR Franklin Roosevelt, DECLARE PERANG!! Sehingga tidak ada pilpres.

Kemudian menyerang anggota kongres dari partai Demokrat di buka semua AIB mereka yang berhubunganya dengan para BAJINGAN FARMASI yang memainkan covid, terutama BERITA COVID yang menakutkan sebagai strategi membangun teror di mana globalis sejak awal, ingin mengendalikan dunia, partai Demokrat ingin menguasai pemerintahan Amerika, partai komunis China ingin berkuasa di dunia dengan mendompleng partai Demokrat anti Trump!

Indonesia dimana? #peace

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article