SUMENEP jf.id – Festival Tani Ganding 2026 resmi dibuka di Lapangan Duwa’ Labuh, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Senin (21/9/2026) malam.
Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim. Kegiatan yang masuk dalam kalender event Kabupaten Sumenep tersebut dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 21 hingga 30 September 2026.
Sejumlah unsur turut hadir dalam pembukaan, di antaranya Forkopimda Sumenep, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran Forkopimka Ganding, ulama, tokoh masyarakat, MWC NU Ganding, serta ribuan warga.
Festival Tani Ganding tahun ini mengusung tema “Dari Tani Untuk Masa Depan, Ganding Maju, Sumenep Sejahtera”. Rangkaian kegiatan memadukan potensi pertanian dengan seni budaya, UMKM, industri tembakau, kegiatan keagamaan, hingga hiburan masyarakat.
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim mengatakan, Festival Tani Ganding memiliki potensi untuk menjadi model penyelenggaraan event serupa di kecamatan lain.
“Kegiatan Festival Tani Ganding 2026 bisa menjadi pilot project untuk kegiatan event kecamatan-kecamatan yang lain di Sumenep,” ujar Imam Hasyim.
Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar menjadi sarana hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan dan menguatkan sektor pertanian di Kecamatan Ganding.
Ia juga mendorong generasi muda agar tidak meninggalkan sektor pertanian. Keterlibatan anak muda dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal.
“Selain mengangkat pertanian di Ganding, kegiatan ini juga menjadi pemicu semangat bagi kawula muda untuk tidak mengenyampingkan sektor pertanian,” katanya.
Imam Hasyim menambahkan, keberadaan festival juga diharapkan memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Ganding dan wilayah sekitarnya.
“Festival ini juga dapat mendongkrak ekonomi masyarakat dan UMKM di Ganding dan sekitarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Ganding Abdul Khalid menjelaskan, festival dirancang sebagai ruang bersama untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kecamatan Ganding.
Potensi tersebut meliputi sektor pertanian, produk UMKM, seni budaya, hingga berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.
Menurut Abdul Khalid, pelaksanaan festival melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani, pelaku UMKM, pelaku seni, serta masyarakat.
Ketua Panitia Festival Tani Ganding, Helman JR, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk mengangkat potensi lokal sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami ingin Festival Tani Ganding menjadi ruang bersama untuk mengenalkan potensi pertanian, UMKM, seni budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Festival yang berlangsung selama 10 hari tersebut juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal dan membeli berbagai produk lokal yang ditampilkan melalui pameran dan kegiatan lainnya.
Pada malam pembukaan, pengunjung disuguhi sejumlah pertunjukan seni, di antaranya Musik Tong Tong Raden Agung, Tari Muang Sangkal dari SDN Bataal Barat, serta Teater Sanggar Malar dari PP Mahasinul Akhlaq.

