Empu Keris Perempuan di Sumenep Tebus Batas Gender, Buktikan Warisan Budaya Milik Semua

Ningsih Arini
3 Min Read
Empu Keris Perempuan di Sumenep Tebus Batas Gender, Buktikan Warisan Budaya Milik Semua (Ilustrasi)
Empu Keris Perempuan di Sumenep Tebus Batas Gender, Buktikan Warisan Budaya Milik Semua (Ilustrasi)
- Advertisement -

SUMENEP  jf.id – Profesi empu keris yang selama ini identik dengan kaum laki-laki kini mulai diwarnai kiprah perempuan. Di Kabupaten Sumenep, Empu Ika Arista menunjukkan bahwa keahlian menempa keris tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh dedikasi, ketekunan, dan kecintaan terhadap budaya.

Selama ini, proses pembuatan keris dikenal membutuhkan tenaga besar, mulai dari menempa logam di atas bara api hingga membentuk bilah dan menyelesaikan detail ukiran. Kondisi tersebut memunculkan anggapan bahwa profesi empu hanya dapat dijalankan oleh laki-laki.

Pandangan itu perlahan mulai berubah. Ika Arista hadir sebagai salah satu empu keris perempuan yang konsisten menekuni seni perkerisan sekaligus berupaya melestarikan warisan budaya leluhur.

Menurut Ika, tantangan yang dihadapi perempuan bukan sekadar menguasai teknik pembuatan keris, tetapi juga menghapus stigma yang masih melekat di tengah masyarakat.

Ia mengungkapkan, perempuan yang memilih menjadi empu kerap diragukan kemampuannya karena profesi tersebut dianggap tidak lazim bagi kaum perempuan. Namun, melalui kualitas karya dan konsistensi, anggapan itu perlahan dapat dipatahkan.

Ika menegaskan, membuat keris tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik. Ketelitian, kesabaran, kreativitas, serta pemahaman mendalam terhadap filosofi dan nilai-nilai budaya menjadi faktor utama dalam menghasilkan keris yang berkualitas.

Keberadaan empu keris perempuan juga memberikan warna baru dalam upaya pelestarian budaya. Mereka membuktikan bahwa ruang berkarya dalam dunia perkerisan terbuka bagi siapa pun yang memiliki kemampuan dan komitmen menjaga tradisi.

Sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia, keris bukan sekadar senjata tradisional. Di balik setiap bilahnya tersimpan nilai sejarah, filosofi, spiritualitas, serta identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Munculnya empu keris perempuan menjadi cerminan semakin terbukanya kesempatan bagi perempuan untuk berkarya di berbagai bidang yang sebelumnya didominasi laki-laki. Fenomena ini sekaligus memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya akan semakin kokoh ketika setiap orang memperoleh kesempatan yang sama untuk berkontribusi.

Dengan semangat kesetaraan, kiprah perempuan di dunia perkerisan diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk ikut menjaga dan mengembangkan warisan budaya Nusantara agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

- Advertisement -
Share This Article