SUMENEP Jf.id – DPRD Kabupaten Sumenep terus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mengoptimalkan sistem transaksi elektronik guna meningkatkan transparansi dan efektivitas penerimaan daerah.
Upaya tersebut melibatkan sejumlah instansi dan elemen penting, di antaranya Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumenep, lembaga perbankan seperti Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, serta organisasi kepemudaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Sumenep.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan implementasi transaksi non-tunai di berbagai sektor, khususnya dalam pengelolaan retribusi dan pajak daerah. Dengan sistem elektronik, potensi kebocoran dapat ditekan, sekaligus memudahkan pemantauan realisasi PAD secara real time.
Perwakilan DPRD Sumenep menyatakan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan peningkatan PAD di tengah dinamika ekonomi. Selain itu, keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat literasi digital bagi pelaku usaha dan masyarakat.
“Pendekatan kolaboratif ini penting agar implementasi transaksi elektronik tidak parsial, tetapi berjalan secara utuh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak terkait menyambut baik inisiatif tersebut dan siap mendukung optimalisasi sistem digital dalam pengelolaan keuangan daerah. Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep diharapkan mampu meningkatkan kemandirian fiskal serta memperkuat pembangunan daerah berbasis potensi lokal.
Keterlibatan berbagai elemen ini diyakini akan memperkuat ekosistem digital daerah serta mendorong peningkatan PAD secara signifikan dan berkelanjutan.

