Bagaimana Sesar Naik Flores Menciptakan Gempa Bumi M 7,7 di NTT: Ilmu di Balik Patahan Bawah Laut

Rasyiqi
By Rasyiqi - Writer, Saintific Enthusiast
2 Min Read
- Advertisement -

jfid – Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu 15 Agustus 2026 bukan dipicu oleh zona megathrust seperti yang sering diasosiasikan dengan gempa besar di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa sumber guncangan tersebut adalah aktivitas Flores Back Arc Thrust atau Sesar Naik Busur Belakang Flores, sebuah patahan naik aktif yang terletak di dasar laut sepanjang 800 kilometer dari utara Bali hingga utara Flores.

Secara tektonik, sesar ini terbentuk akibat tekanan tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Patahan aktif ini tidak berupa satu garis tunggal, melainkan terbagi menjadi segmen-segmen dengan karakter berbeda. Segmen Lombok-Sumbawa bergeser hingga 9,9 milimeter per tahun dengan potensi magnitudo maksimum 8,0, sedangkan segmen Flores Barat dan Tengah mencapai laju pergeseran 11,6 milimeter per tahun.

Penelitian deformasi menggunakan data GPS observasi tahun 2019-2023 oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember membuktikan bahwa pergeseran horizontal di wilayah Flores didominasi pergerakan ke arah timur laut sebesar 20-57 milimeter per tahun. Regangan kompresi sebesar 29,3 hingga 55,7 nstrain per tahun menandakan akumulasi energi yang terus berlangsung. Guncangan Sabtu pagi merupakan pelepasan dari energi yang terakumulasi selama bertahun-tahun di sepanjang patahan bawah laut tersebut.

- Advertisement -
Share This Article