MEC 2026 Jadi Etalase Budaya Sekaligus Penggerak Ekonomi Sumenep

Ningsih Arini
3 Min Read
MEC 2026 Jadi Etalase Budaya Sekaligus Penggerak Ekonomi Sumenep (Ilustrasi)
MEC 2026 Jadi Etalase Budaya Sekaligus Penggerak Ekonomi Sumenep (Ilustrasi)
- Advertisement -

SUMENEP jf.id – Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tidak sekadar menghadirkan parade budaya di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Gelaran yang berlangsung di kawasan Keraton Sumenep itu juga diarahkan menjadi salah satu sarana promosi daerah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, mengatakan kegiatan kebudayaan seperti MEC memiliki potensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Kehadiran wisatawan selama pelaksanaan event dapat meningkatkan aktivitas berbagai sektor usaha masyarakat.

“MEC ini juga menjadi pendorong untuk peningkatan ekonomi,” kata Imam saat menghadiri rangkaian MEC 2026, Sabtu (19/9/2026) malam.

Menurutnya, kegiatan daerah perlu dikembangkan tidak hanya sebagai agenda hiburan atau seremonial. Event budaya dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi Sumenep sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.

Aktivitas wisatawan selama event, kata Imam, berpotensi memberikan dampak terhadap sektor UMKM, kuliner, jasa, serta berbagai usaha lain yang berkaitan dengan pariwisata.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen mendorong kegiatan yang memiliki manfaat bagi masyarakat secara luas.

“Sebagai sumber pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Imam menambahkan, dukungan pemerintah terhadap event daerah akan dilakukan secara berkelanjutan. Harapannya, berbagai kegiatan kebudayaan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah.

“Kami akan terus mendorong secara konsisten untuk memberikan hal yang positif bagi masyarakat secara luas,” tegasnya.

Angkat Identitas Keraton Sumenep

MEC 2026 mengangkat tema Keraton Sumenep. Identitas dan kekayaan budaya keraton ditampilkan melalui kostum, ornamen, serta berbagai pertunjukan seni dalam rangkaian parade.

Gelaran tersebut juga tidak hanya melibatkan peserta dari Sumenep. Sejumlah tokoh kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia turut hadir sehingga menjadikan MEC sebagai ruang pertemuan beragam identitas budaya Nusantara.

Bagi Pemkab Sumenep, kehadiran peserta dan tamu dari luar daerah menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi wisata Sumenep secara lebih luas.

Imam berharap semakin banyaknya event budaya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumenep. Wisatawan tidak hanya diharapkan datang untuk menyaksikan pertunjukan, tetapi juga menikmati kuliner, mengenal sejarah dan budaya, serta mengunjungi berbagai destinasi wisata yang ada.

“Berbagai event kebudayaan ini semoga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur,” tuturnya.

MEC 2026 pada akhirnya menjadi ruang pertemuan antara budaya lokal Sumenep dan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Di sisi lain, meningkatnya aktivitas masyarakat selama acara turut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.

Pemkab Sumenep berharap penyelenggaraan event kebudayaan dapat terus berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah pun menyatakan akan terus mendorong kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya memperluas promosi potensi daerah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

- Advertisement -
Share This Article