Tinjau UMKM di MNV 2026, Nia Kurnia Fauzi Dorong Perempuan Perkuat Ekonomi Keluarga

Ningsih Arini
4 Min Read
Tinjau UMKM di MNV 2026, Nia Kurnia Fauzi Dorong Perempuan Perkuat Ekonomi Keluarga (Ilustrasi)
Tinjau UMKM di MNV 2026, Nia Kurnia Fauzi Dorong Perempuan Perkuat Ekonomi Keluarga (Ilustrasi)
- Advertisement -

SUMENEP jf.id — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mendorong pelaku UMKM perempuan untuk terus mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing produk.

Dorongan tersebut disampaikan Nia saat meninjau puluhan stan UMKM dalam rangkaian Madura Night Vaganza (MNV) 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, Senin (31/8/2026).

Dalam kunjungan itu, Nia melihat langsung beragam produk yang dipamerkan pelaku UMKM, mulai dari kuliner, kerajinan hingga produk kreatif yang mengangkat potensi dan kearifan lokal.

Menurut Nia, keberadaan UMKM tidak hanya menjadi sarana untuk mengembangkan usaha masyarakat, tetapi juga memiliki kontribusi penting terhadap penguatan ekonomi keluarga.

Terlebih, kata dia, semakin banyak perempuan yang mengambil peran dalam kegiatan ekonomi melalui usaha mandiri dan ekonomi kreatif.

“Pemberdayaan perempuan selain berkaitan dengan peningkatan kapasitas dan keterampilan, juga bagaimana perempuan memiliki ruang untuk mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri,” ujar Nia.

Perempuan Berperan Penting dalam Ekonomi Keluarga

Nia menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam membantu menggerakkan perekonomian keluarga. Perkembangan UMKM memberikan peluang bagi perempuan untuk mengubah keterampilan dan kreativitas menjadi kegiatan usaha yang bernilai ekonomi.

Berbagai produk yang dihasilkan pelaku usaha perempuan, menurutnya, menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Kuliner, kerajinan maupun produk kreatif berbasis kearifan lokal dinilai memiliki peluang pasar apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.

Karena itu, MNV 2026 diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai ruang promosi sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku UMKM.

“Madura Night Vaganza sebagai salah satu ruang bagi perempuan untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka, terutama melalui pengembangan UMKM serta sektor ekonomi kreatif,” katanya.

UMKM Perempuan Diminta Naik Kelas

Nia menegaskan, pemberdayaan UMKM perempuan tidak boleh berhenti pada pemberian ruang untuk mengikuti pameran atau memasarkan produk.

Menurutnya, pelaku usaha juga membutuhkan pendampingan agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran dan mengikuti perkembangan teknologi.

“Kami mendorong bukan hanya produk perempuan bisa tampil dan terkenal di masyarakat, tetapi bagaimana mereka mampu naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produknya,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas perempuan dalam mengelola usaha akan memberikan dampak lebih luas. Ketika usaha berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitar.

Karena itu, pengembangan UMKM perempuan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan keterampilan, inovasi produk, penguatan pemasaran serta pemanfaatan teknologi digital.

MNV Diharapkan Bukan Sekadar Event

Nia berharap Madura Night Vaganza tidak hanya menjadi kegiatan yang berlangsung dalam waktu singkat. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi ruang berkelanjutan bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk, memperluas pasar dan membangun jejaring usaha.

Dengan semakin terbukanya ruang promosi dan jaringan pemasaran, pelaku UMKM diharapkan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas serta mengembangkan skala usaha.

“Madura Night Vaganza tidak berhenti sebagai sebuah event, tetapi bagian dari gerakan bersama untuk mendorong perempuan semakin mandiri, kreatif, produktif, dan berdaya secara ekonomi,” pungkas Nia.

Kehadiran puluhan stan UMKM dalam MNV 2026 menjadi salah satu bagian dari upaya mempertemukan produk lokal dengan masyarakat. Momentum tersebut sekaligus diharapkan dapat mendorong pelaku usaha perempuan Sumenep semakin percaya diri mengembangkan produk dan memperluas pasar.

Penguatan UMKM perempuan pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang peningkatan omzet, tetapi juga membuka ruang bagi perempuan untuk semakin mandiri dan berkontribusi terhadap perekonomian keluarga maupun daerah.

- Advertisement -
Share This Article