Air Bersih untuk Ibu dan Keluarga di Kulon Progo Melalui BAZNAS

Rasyiqi
By Rasyiqi - Writer, Saintific Enthusiast
1 Min Read
- Advertisement -

jfid – Kabupaten Kulon Progo, DIY, kini merasakan dampak nyata musim kemarau panjang. Bukan sekadar statistik cuaca yang berkembang di stasiun cuaca terdekat. Kekeringan ini mengubah rutinitas ratusan keluarga di desa-desa terpencil. Terutama para ibu yang sehari-hari mengejar air bersih untuk memasak, mencuci, dan merawat anak.

Biasanya, mereka harus berjalan jarak cukup jauh hanya untuk satu ember air. Di Desa Sekaro dan Giripurwo, Kecamatan Girimulyo, sumur-sumur dangkal mulai kering. Kondisi ini meredupkan aktivitas rumah tangga dan membahayakan kesehatan anak-anak yang lebih rentan terhadap penyakit kulit dan diare.

Hadir BAZNAS RI bersama Baznas Kabupaten Kulon Progo. Mereka menyalurkan 48.000 liter air bersih kepada warga terdampak pada Rabu 19 Agustus 2026. Distribusi dilakukan secara bertahap di Desa Sekaro, Giripurwo, dan Dusun Krikil. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.

Ketua Baznas RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan bahwa tim Baznas Tanggap Bencana hadir menyalurkan air langsung ke wilayah membutuhkan. “Tim Baznas Tanggap Bencana hadir membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Kami menyalurkan air langsung ke wilayah yang membutuhkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat selama masa kekeringan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Baznas akan terus memantau kebutuhan air bersih di lokasi terdampak. Hal ini agar penyaluran bantuan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan. Pendekatan berbasis data membuat bantuan tidak hanya sporadis. Melainkan terjangkau dan berkelanjutan untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Kulon Progo Sugiyanta S.Pdi. menjelaskan bahwa kekeringan membuat sebagian warga harus mencari sumber air dengan jarak semakin jauh dari rumah. “Baznas ingin memastikan masyarakat tidak menghadapi kesulitan air bersih sendirian. Kami hadir bersama Baznas RI untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai sulit didapat,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa respons krisis air di Kulon Progo bukan sekadar bantuan logistik. Melainkan upaya meringankan beban perempuan sebagai tulang punggung rumah tangga. Bagi para ibu, air bersih adalah fondasi utama untuk menjaga kesehatan keluarga. Tanpa air yang cukup, gizi anak terganggu dan risiko penyakit meningkat.

Sebelum distribusi di Kulon Progo, Baznas RI telah menyalurkan 1,5 juta liter air bersih di 72 desa sebesar 46 kecamatan di 14 kabupaten melintasi enam provinsi. Baznas juga membangun sumur bor di 37 lokasi untuk memastikan akses air jangka panjang. Langkah jangka panjang itu penting mengingat kekeringan musiman kini kian tak menentu akibat perubahan iklim.

Data historis memperlihatkan curah hujan di bagian selatan Jawa menurun signifikan sejak 2020. Kampung-kampung yang dulunya cukup air kini bergantung pada bantuan reguler. Tanpa intervensi berkelanjutan, kondisi ini bisa memicu konflik sosial dan peningkatan angka stunting. Kurangnya air bersih juga memaksa anak-anak menghabiskan waktu untuk mengumpulkan air alih-alih sekolah.

Dari perspektif perempuan, krisis air bukan hanya soal minum. Melainkan juga kebersihan, gizi, dan keamanan. Bantuan 48.000 liter air dari BAZNAS menjadi jaminan bahwa keluarga di Kulon Progo bisa menjaga sanitasi selama masa sulit. Program ini juga mengajarkan solidaritas dan gotong royong antarwarga dalam menghadapi bencana alam.

Jika Anda ingin ikut membantu, langkah pertama adalah mengidentifikasi wilayah di sekitar Anda yang sedang kesulitan air bersih. Koordinasikan dengan Baznas daerah atau LSM lokal untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Kedua, kurangi penggunaan air sehari-hari dengan mematikan keran saat sikat gigi atau mencuci piring agar cadangan air lebih bertahan.

Ketiga, edukasi keluarga dan tetangga untuk tidak membuang air bersih secara sia-sia. Anda bisa menampung air hujan untuk menyiram tanaman atau membersihkan halaman. Keempat, jika perusahaan Anda memiliki sumur bor, pertimbangkan untuk menyalurkan air secara gratis ke warga sekitar selama masa kekeringan.

Ke depan, Baznas berencana memperluas program akses air bersih ke wilayah lain yang mulai merasakan dampak kekeringan. Koordinasi dengan Baznas Kabupaten Kulon Progo akan terus berjalan untuk memetakan lokasi baru yang membutuhkan. Dukungan masyarakat melalui infaq dan zakat masih menjadi cara tercepat untuk menyalurkan bantuan.

Krisis iklim tidak mengenal batas wilayah. Namun respons kemanusiaan bisa dimulai dari mana saja. BAZNAS membuktikan bahwa dengan koordinasi dan dana tersalurkan secara transparan, bantuan bisa sampai tepat waktu. Bagi para ibu dan keluarga di Kulon Progo, 48.000 liter air bersih adalah napas segar untuk kehidupan sehari-hari.

Itu memastikan anak-anak tetap sekolah, rumah tangga tetap berfungsi, dan harapan tetap hidup meski musim kemarau berlanjut. Di setiap tetes air yang sampai ke rumah, tersirat dukungan dari para donatur dan komitmen Baznas untuk terus hadir ketika masyarakat membutuhkan.

- Advertisement -
Share This Article