jfid – KOMPAS.com – Bagi banyak orang, secangkir kopi hangat di pagi hari adalah ritual wajib untuk mengusir kantuk dan menambah energi sebelum beraktivitas. Namun, sebuah studi terbaru dari Universitas Oulu, Finlandia, menunjukkan bahwa kebiasaan ini ternyata menyimpan pengaruh yang jauh lebih dalam bagi tubuh kita, mulai dari komposisi tubuh, metabolisme, hingga hormon seksual. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah European Journal of Nutrition ini menganalisis data dari 2.264 partisipan berusia 46 tahun yang tergabung dalam proyek Northern Finland Birth Cohort 1966. Baca juga: Rutin Minum Kopi Setiap Hari, Ini yang Terjadi pada Ginjal Para peneliti memetakan gaya hidup mereka melalui kuesioner, termasuk asupan kopi harian yang berkisar dari tidak minum sama sekali hingga minimal lima cangkir per hari. Dikutip dari New York Post, Minggu (16/8/2026), penelitian ini tidak mendata detail ukuran cangkir, metode penyeduhan, maupun tambahan pemanis seperti gula atau susu. Setelah partisipan menjalani puasa semalaman tanpa kopi, tim peneliti melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk pengambilan sampel darah dan tes toleransi glukosa selama dua jam. Hubungan Kopi dengan Lemak dan Massa Otot Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa partisipan yang rutin mengonsumsi lebih banyak kopi cenderung memiliki total lemak tubuh dan lemak viseral (lemak perut yang menyelimuti organ dalam) yang lebih rendah. Di saat yang sama, mereka juga memiliki massa otot rangka yang lebih besar. Dilansir dari Sci Tech Daily, Minggu (16/8/2026), hal yang mengejutkan adalah perbedaan komposisi tubuh ini tetap terlihat meskipun indeks massa tubuh (BMI) mereka serupa dengan partisipan yang jarang atau tidak minum kopi . Selain itu, konsumsi kopi yang lebih tinggi berkaitan dengan kadar asam amino rantai cabang (BCAA) yang lebih rendah di dalam darah, meliputi leusin, isoleusin, dan valin. Perlu diketahui, kadar BCAA yang tinggi secara kronis erat kaitannya dengan resistensi insulin dan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Meski begitu, peneliti mencatat bahwa studi ini belum membuktikan bahwa kopi secara langsung menurunkan kadar asam amino tersebut. Baca juga: 6 Ciri Jantung Berdebar Usai Minum Kopi yang Perlu Diwaspadai Efek Hormon yang Berbeda Antara Pria dan Wanita Salah satu temuan paling menarik dari studi ini adalah adanya perbedaan tanda hormonal yang cukup kontras antara pria dan wanita. Pada pria, konsumsi kopi yang lebih tinggi dikaitkan dengan profil glukosa-insulin yang lebih sehat, peningkatan kadar testosteron total dan testosteron bioavailable, serta peningkatan konsentrasi sex hormone-binding globulin (SHBG). Namun, kadar testosteron bebas justru sedikit lebih rendah. Selain itu, konsumsi kopi berlebih pada pria terkadang menunjukkan efek kurang baik, seperti kadar partikel lipoprotein pembawa kolesterol yang lebih tinggi dan penurunan kadar lemak omega-3.
Studi Terbaru: Minum Kopi Rutin Berkaitan dengan Lemak Tubuh yang Lebih Sedikit Tapi Massa Otot Lebih Banyak

