jfid – Tren pariwisata Asia Tenggara pada 2026 mengalami perubahan besar. Wisatawan tidak lagi hanya membandara kota-kota besar utama seperti Beijing, Shanghai, atau Tokyo. Mereka mulai melirik kota lapis kedua yang menawarkan pengalaman otentik, biaya lebih terjangkau, dan nuansa lokal yang kuat. Data Indeks SEA Traveloka kuartal kedua 2026 menunjukkan bahwa Chengdu, Shenzhen, Kunming, dan Chongqing mencatat pertumbuhan pemesanan dua hingga empat kali lipat dibandingkan rata-rata pasar regional. Pergeseran ini menandakan masa wisata baru di mana kota-kota kedua menjadi bintang utama.
Chengdu, ibu kota provinsi Sichuan, berada di puncak daftar destinasi yang naik daun. Kota ini tidak hanya menjadi gerbang menuju Taman Nasional Satwa Panda yang legendaris, tetapi juga surga bagi pencinta kuliner pedas. Pengunjung dapat menikmati panci kukus Sichuan autentis di gang-gang tersembunyi, mengunjungi gua-gua Buddha megah di Bukit Leshan, atau menepi di kafe kreatif di sepanjang Sungai Funan. Dengan penerbangan langsung yang semakin banyak dari Jakarta, Kuala Lumpur, dan Bangkok, Chengdu kini mudah dijangkau. Rekomendasi terbaik adalah mengalokasikan minimal empat hari untuk mengeksplorasi kota ini sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Sichuan. Jangan lewatkan kunjungan ke Taman Panda untuk melihat satwa lucu ini di habitat alaminya.
Shenzhen melambangkan transformasi urban yang pesat. Dahulu hanya desa nelayan kecil, kini kota ini menjadi metropolitan futuristik dengan skyline pencakar langit yang spektakuler. Distrik Nanshan dan Huaqiangbei menjadi magnet bagi pencinta teknologi, sementara Victoria Peak menyajikan panorama malam yang tak tertandingi. Bagi wisatawan yang menyukai nuansa kota modern dan inovasi, Shenzhen menawarkan pengalaman kota cerdas yang belum banyak ditemukan di negara lain. Tips Wisata: kunjungi Shenzhen pada musim semi atau gugur agar cuaca tetap nyaman untuk berjalan-jalan di luar ruangan. Jika memiliki waktu ekstra, eksplorasi ke Kowloon di Hong Kong hanya membutuhkan perjalanan satu jam saja.
Kunming dijuluki Kota Musim Semi karena iklimnya yang sepanjang tahun hangat dan menyenangkan. Kota ini cocok bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk pikuk kota besar. Taman Bunga dan Bibit Kunming menjadi tempat favorit untuk bersantai, sementara Danau Dianchi menawarkan suasana tenang di sore hari. Bagi yang mencari petualangan ringan, Gunung pendek di sekitar Kunming menyediakan jalur hiking yang menantang namun aman untuk pemula. Rekomendasi akomodasi adalah menginap di area distrik Wuhua agar dekat dengan pusat kuliner dan atraksi utama. Jangan lupa mencicipin secangkir teh puerh khas Yunnan di kedai tradisional yang tersebar di seluruh kota.
Chongqing menghadirkan dualisme unik antara kota tua dan baru. Terkenal dengan jalan berkelok delapan yang ikonik, arsitektur bawah tanah yang memukau, dan pemandangan malam yang tak kalah indah dengan Hong Kong, kota ini menawarkan pengalaman visual yang kuat. Pengunjung dapat menjelajahi kawasan kapal selam di Sungai Yangtze atau menikmati makanan jalanan pedas yang menjadi ciri khas Chongqing. Selain itu, kota ini juga menjadi pintu gerbang menuju Three Gorges, destinasi alam yang spektakuler dan wajib dikunjungi. Waktu terbaik untuk datang adalah antara September dan November ketika suhu masih sejuk. Pastikan untuk mencoba mie pedas khas Chongqing di salah satu warung di pinggir jalan.
Osaka dan Seoul tetap menjadi destinasi favorit yang bertahan dalam daftar. Osaka digemari karena atmosfer santasinya, ragam kuliner yang tak terhitung jumlahnya, dan Universal Studios Jepang yang selalu ramai. Setiap sudut kota menawarkan sensasi baru, dari Dotonbori yang ramai hingga kuil yang tenang. Seoul, di sisi lain, memadukan tradisi dan modernitas dengan sempurna. Wisatawan dapat mengunjungi Istana Gyeongbokgung di pagi hari dengan seragam tradisional, berbelanja di Myeongdong, dan menikmati kehidupan malam yang beragam di Gangnam. Kedua kota ini ideal untuk dijadikan pusat perjalanan sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain. Di Osaka, coba takoyaki dan okonomiyaki di area kuliner yang terletak di bawah stasiun.
Shanghai dan Taipei juga tetap relevan di peta wisata 2026. Shanghai dengan The Bund yang ikonik dan distrik Xintiandi yang artistik menjadi bukti perpaduan Timur dan Barat yang harmonis. Sementara itu, Taipei menawarkan perpaduan budaya Taiwan yang kaya, kuliner pasar malam yang legendaris, dan akses mudah ke Gunung Yangmingshan untuk merasakan udara segar pegunungan. Kedua kota ini sangat ramah terhadap wisatawan Muslim dan menyediakan berbagai opsi transportasi umum yang mudah digunakan. Di Taipei, jangan lewatkan Pasar Malam Shilin untuk mencoba sosis ikan dan teh susu nylon terlezat.
Faktor kunci yang mendorong pertumbuhan destinasi-destinasi ini adalah pembebasan visa antara Tiongkok dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand, serta perpanjangan durasi tinggal wisatawan di beberapa kota. Bagi wisatawan Indonesia, cuaca yang stabil, kuliner yang beragam, dan nilai tukar yang menguntungkan menjadi nilai tambah tersendiri. Rekomendasi terbaik adalah memesan tiket jauh-jauh hari, terutama menjelang musim liburan akhir tahun, dan memilih paket wisata yang menggabungkan kota besar dengan destinasi pinggiran. Strategi ini memastikan perjalanan tidak hanya mengejar tempat ikonik, tetapi juga merasakan esensi lokal yang membuat liburan benar-benar berkesan.

