Mengonsumsi Dada Ayam Saja untuk Diet? Ini Risiko Kekurangan Nutrisi yang Perlu Diwaspadai

jfid
By jfid
1 Min Read
- Advertisement -

jfid – Dada ayam kerap menjadi andalan masyarakat yang sedang menjalani program diet penurunan berat badan. Bagian daging ini dinilai lebih unggul karena kadar kolesterol dan lemaknya dianggap jauh lebih rendah dibandingkan bagian ayam lainnya.

Namun, mengandalkan satu sumber protein saja berisiko menyebabkan kekurangan zat gizi mikro penting yang dibutuhkan tubuh. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menekaskan bahwa rotasi protein dan serat dalam menu harian sangat diperlukan agar tidak terjadi defisiensi nutrisi.

Alternatif protein hewani dan nabati dapat melengkapi asupan yang tidak tercakup oleh dada ayam. Telur, daging sapi tanpa lemak, tahu, tempe, hingga edamame menyediakan zat besi, seng, dan vitamin B12 yang krusial untuk produksi energi dan sistem imun.

Sayur dan buah tetap menjadi kunci utama dalam proses penurunan berat badan karena kandungan serat yang mendukung kesehatan pencernaan dan kenyang lebih lama. Rekomendasi porsi ideal adalah dua pertiga sayuran dan satu pertiga buah setiap hari.

Memilih variasi makanan bukan berarti menurunkan efektivitas diet, justru memastikan tubuh mendapatkan nutrisi lengkap tanpa mengorbankan tujuan penurunan berat badan yang diinginkan.

- Advertisement -
Share This Article