Wah, AI Bisa Ngasih Tau Lokasi Lo dari Foto, Serem Ga?

Noer Huda By Noer Huda - Content Creator
3 Min Read
Wah, AI Bisa Ngasih Tau Lokasi Lo dari Foto, Serem Ga?
Wah, AI Bisa Ngasih Tau Lokasi Lo dari Foto, Serem Ga?

jfid – Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang dan menawarkan berbagai kemungkinan. Namun, tidak semua teknologi AI bersifat positif. Ada juga yang berpotensi mengancam privasi dan keamanan seseorang.

Salah satu contohnya adalah PIGEON, sebuah perangkat AI yang bisa memprediksi lokasi geografis dari sebuah foto.

Perangkat ini dibuat oleh tiga mahasiswa Universitas Stanford sebagai proyek akademik. Namun, mereka memutuskan untuk tidak merilisnya ke publik karena khawatir akan dampak negatifnya.

PIGEON bekerja dengan membandingkan foto yang diberikan dengan database foto Google Street View.

Dengan menggunakan algoritma pembelajaran mesin, perangkat ini bisa mengenali fitur-fitur khas dari suatu tempat, seperti bangunan, jalan, tanda, atau pemandangan alam.

Kemudian, perangkat ini akan memberikan perkiraan lokasi foto tersebut dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi.

Hal ini tentu saja bisa bermanfaat untuk beberapa tujuan, seperti membantu perencanaan liburan, pemantauan lingkungan, atau identifikasi tempat yang membutuhkan perbaikan.

Namun, di sisi lain, teknologi ini juga bisa dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak baik, seperti surveilans, pelacakan, atau pelecehan.

Bayangkan jika seseorang bisa mengetahui di mana Anda tinggal, bekerja, atau berlibur hanya dengan melihat foto Anda di media sosial.

Atau jika pemerintah bisa mengawasi aktivitas Anda dan mengetahui apakah Anda mengunjungi tempat-tempat yang dianggap sensitif atau terlarang. Atau jika seorang penguntit bisa mengikuti jejak Anda dan mengancam keselamatan Anda.

Itulah sebabnya, para pencipta PIGEON memilih untuk tidak mempublikasikan teknologi mereka. Mereka menyadari bahwa teknologi ini bisa menimbulkan masalah privasi yang serius dan melanggar hak asasi manusia.

Mereka juga mengingatkan bahwa teknologi serupa mungkin sudah ada atau sedang dikembangkan oleh pihak-pihak lain, seperti perusahaan besar atau lembaga pemerintah.

Oleh karena itu, kita sebagai pengguna teknologi harus lebih berhati-hati dan bijak dalam berbagi informasi pribadi, terutama foto, di dunia maya.

Kita juga harus mendesak agar ada regulasi yang mengatur penggunaan teknologi AI yang berpotensi mengganggu privasi dan keamanan seseorang.

Kita harus memastikan bahwa teknologi AI digunakan untuk kebaikan, bukan untuk kejahatan.

Share This Article