Bocoran Rahasia Dibalik Kemerdekaan Timor Timur dari Portugal!

Noer Huda
3 Min Read
Bocoran Rahasia Dibalik Kemerdekaan Timor Timur Dari Portugal!
Bocoran Rahasia Dibalik Kemerdekaan Timor Timur Dari Portugal!

jfid – Pada tanggal 28 November 1975, angin kemerdekaan menyapu Timor Timur, sekarang dikenal sebagai Timor-Leste, saat mereka mengumumkan pemisahan diri dari Portugal.

Setahun setelah Revolusi 25 April, Portugal memberikan kebebasan kepada wilayah-wilayah di luar negerinya. Di tengah kondisi yang labil, datanglah propaganda dan tekanan militer dari Indonesia.

Fretilin, di bawah kepemimpinan Xavier do Amaral sebagai Presiden dan Nicolau Lobato sebagai Perdana Menteri, menegaskan kemerdekaannya dengan mendeklarasikan Republik Demokratik Timor Timur pada 28 November 1975.

Dalam bahasa Portugis, teks proklamasi RDTL berbunyi:

“Texto da Proclamação da RDTL Encarnando a aspiração suprema do povo de Timor Leste e para salvaguarda dos seus mais legítimos direitos e interesses como Nação Soberana, o Comité Central da FRENTE REVOLUCIONÁRIA DE TIMOR LESTE INDEPENDENTE – FRETILIN – decreta e eu proclamo, unilateralmente, a Independência de Timor Leste que passa a ser, a partir das 00H00 de hoje, a República Democrática de.”

Namun, dalam beberapa hari, panggilan dari UDT dan tiga partai lain, yang dikenal sebagai ‘Deklarasi Balibo’, memohon agar Indonesia mengambil alih Timor.

Namun, riwayat menunjukkan bahwa deklarasi ini lebih merupakan tekanan yang lahir dari Jakarta ketimbang keinginan sejati.

Saksi yang menandatanganinya mencatat bahwa draf deklarasi dibuat di Jakarta dan ditandatangani di Bali dalam kondisi yang dipaksa.

Ini terungkap dalam laporan Komisi Penerimaan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi untuk Timor-Leste (CAVR) pada tahun 2005.

Pertempuran dimulai antara Fretilin dan sayap militernya, Falintil, melawan kekuatan yang mengancam kemerdekaan mereka.

Namun, sembilan hari setelah proklamasi, Indonesia melakukan serangan ke Timor Timur pada 7 Desember 1975 dengan dalih melindungi warga negaranya yang tinggal di sana.

Serangan ini memberi jalan bagi Indonesia untuk menduduki Timor Timur selama 24 tahun, sebuah masa yang penuh dengan tantangan dan pertumpahan darah.

Namun, semangat untuk kemerdekaan tetap menyala. Pemerintahan FRETILIN secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaannya pada 28 November 1975, menulis teks proklamasi ini pada sebuah monumen yang kini menjadi simbol perjuangan Timor Timur.

Meskipun berada di bawah penjajahan, semangat kemerdekaan terus berkobar. Hari ini, kita merayakan keberanian dan pengorbanan para pahlawan yang gigih memperjuangkan kemerdekaan Timor Timur, sebuah bagian yang tak terpisahkan dari sejarah mereka yang patut dihormati dan dirayakan.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article