Ternyata Ini Alasan Mengapa Tuyul Takut Mencuri Uang di Bank

Rasyiqi
By Rasyiqi
5 Min Read
Ternyata Ini Alasan Mengapa Tuyul Takut Mencuri Uang di Bank
Ternyata Ini Alasan Mengapa Tuyul Takut Mencuri Uang di Bank

jfid – Uang adalah salah satu hal yang paling diburu oleh manusia. Uang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan, membeli barang, atau menikmati hidup. Namun, mendapatkan uang tidaklah mudah.

Ada yang harus bekerja keras, ada yang berbisnis, ada yang berinvestasi, dan ada juga yang mencari jalan pintas.

Salah satu jalan pintas yang dipercaya oleh sebagian masyarakat adalah menggunakan bantuan makhluk halus yang disebut tuyul. Tuyul adalah makhluk halus berwujud orang kerdil atau anak kecil dengan kepala gundul, yang dipercaya dapat mencuri uang untuk tuannya.

Tuyul sering digambarkan sebagai anak kecil berkepala botak yang mengenakan celana pendek atau sarung.

Tuyul biasanya diperoleh dengan cara mengubur janin atau bayi yang meninggal, kemudian menghidupkannya kembali dengan ilmu hitam.

Tuyul juga bisa didapatkan dengan cara membeli dari dukun atau pawang yang memiliki tuyul.

Tuyul yang sudah menjadi milik seseorang akan setia melayani tuannya. Tuyul akan mencuri uang dari rumah-rumah orang yang disuruh oleh tuannya.

Uang yang dicuri biasanya merupakan uang yang disimpan di dompet, celengan, atau tempat lainnya. Tuyul juga bisa mencuri barang dan surat-surat berharga.

Namun, ada satu pertanyaan yang sering muncul di benak masyarakat. Mengapa tuyul tidak mencuri uang di bank?

Padahal, uang di bank jauh lebih banyak dan lebih mudah diambil daripada uang di rumah-rumah.

Apakah tuyul takut dengan bank? Apakah bank memiliki penjaga gaib yang bisa mengusir tuyul? Atau apakah ada alasan lain yang membuat tuyul menghindari bank?

Menurut seorang budayawan bernama Suwardi Endraswara dalam bukunya berjudul DUNIA HANTU ORANG JAWA, kegiatan tuyul dilakukan dari rumah ke rumah dan pekerjaannya tidak hanya sebatas mencuri uang.

Tuyul juga berfungsi sebagai alat untuk menakut-nakuti, mengganggu, atau membalas dendam kepada orang-orang yang tidak disukai oleh tuannya.

Dengan demikian, tuyul tidak mencuri uang di bank karena bank bukanlah target yang sesuai dengan tujuan tuyul.

Bank adalah lembaga resmi yang memiliki sistem keamanan yang ketat, baik fisik maupun elektronik. Bank juga memiliki aturan hukum yang jelas dan berlaku bagi siapa saja yang berhubungan dengan bank. Tuyul tidak bisa sembarangan masuk dan keluar dari bank tanpa meninggalkan jejak.

Tuyul juga tidak bisa menimbulkan efek psikologis yang signifikan kepada bank atau nasabahnya.

Selain itu, ada juga beberapa informasi yang beredar di masyarakat terkait dengan alasan mengapa tuyul tidak mencuri uang di bank. Ada yang menyebut bahwa tuyul takut terhadap logam karena uang di bank tersimpan di dalam brankas.

Ada juga yang beranggapan bahwa bank sebenarnya memiliki ‘penjaga’ berupa makhluk halus lain yang ditakuti oleh tuyul. Namun, informasi-informasi ini hanya sebatas dugaan dan tidak memiliki dasar yang kuat.

Tuyul adalah salah satu fenomena yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat Indonesia, terutama di pulau Jawa dan sekitarnya.

Tuyul merupakan bagian dari mitologi dan kebudayaan nusantara yang kaya dan unik. Tuyul juga menjadi bahan inspirasi bagi dunia hiburan, seperti film, sinetron, komik, dan game.

Namun, di balik keberadaan tuyul, ada juga sejarah dan latar belakang sosial yang melatarinya. Tuyul muncul sebagai akibat dari kesenjangan sosial antara kalangan masyarakat yang agraris dengan tuan tanah dan pedagang.

Tuyul juga menjadi simbol dari ketidakadilan, kemiskinan, dan ketidakberdayaan yang dialami oleh rakyat di perdesaan yang masih tradisional.

Oleh karena itu, tuyul tidak hanya sekadar makhluk halus pencuri uang, tetapi juga cerminan dari realitas sosial yang kompleks dan dinamis. Tuyul adalah misteri yang masih menarik untuk ditelusuri dan dipelajari. Tuyul adalah warisan budaya yang harus dilestarikan dan dihargai.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article